DPRD Kota Bima Bentuk Dewan Pakar, Anggaran Gaji Tembus Rp 288 Juta

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 06:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA,20/01/2026- //TINTAPOS.COM// – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan keterbatasan fiskal daerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, diam-diam membentuk Dewan Pakar beranggotakan enam orang. Pendanaan dan penggajiannya sepenuhnya diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026, dengan total alokasi mencapai Rp 288 juta .

Berdasarkan data yang diperoleh, masing-masing anggota Dewan Pakar ini menerima honor atau gaji sebesar Rp 4 juta per bulan. Jika dihitung setahun, biaya penggajian untuk enam orang tersebut mencapai angka Rp 288 juta, dan nilai ini belum termasuk berbagai insentif maupun tunjangan tambahan lainnya yang berpotensi ditambah lagi .

Yang menjadi sorotan publik dan pengamat kebijakan adalah komposisi keanggotaan dewan tersebut. Dari enam nama yang duduk sebagai pakar, mayoritas berasal dari unsur politikus, disusul pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan praktisi hukum. Tidak satu pun di antara mereka yang merupakan akademisi, ahli independen, atau tenaga profesional di bidang teknis pembangunan daerah. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai kualitas masukan dan keahlian yang akan disumbangkan bagi pembahasan kebijakan di DPRD Kota Bima .

Sekretaris DPRD Kota Bima, Ihya Ghazali, membenarkan keberadaan tim pakar ini. Namun, saat dikonfirmasi mengenai tugas pokok, fungsi, hingga dasar hukum pembentukannya, Ihya menolak memberikan penjelasan rinci dan hanya mengarahkan wartawan untuk menghubungi Kepala Bagian Perundang-undangan dan Persidangan .

“Sesuai aturan ada. Untuk rincian tugas dan susunannya, silakan hubungi Bapak Tajudin nanti,” ujar Ihya singkat.

Baca Juga:  Mayat Mr. X Ditemukan Mengapung di Sungai Musi

Sementara itu, Kabag Perundang-undangan dan Persidangan, Tajudin, mengakui pembentukan tim ini bertujuan membantu anggota dewan dalam pembahasan peraturan daerah dan kebijakan. Namun, ia belum bisa menjelaskan secara rinci mengapa anggaran yang dialokasikan cukup besar dan mengapa keanggotaan didominasi kalangan politik, bukan ahli independen.

Keputusan ini menuai kritik tajam dari berbagai pihak. Pasalnya, belum lama ini DPRD Kota Bima sendiri telah menyepakati kebijakan pemotongan honor anggota dewan dan evaluasi Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, dengan alasan kondisi keuangan daerah yang sedang sulit dan harus melakukan efisiensi besar-besaran .

“Di satu sisi memotong hak pegawai dan anggota dewan demi efisiensi, tapi di sisi lain membuat posisi baru dengan anggaran hampir Rp 300 juta setahun. Ini sangat kontradiktif dan terasa tidak adil bagi masyarakat,” ujar salah satu pengamat sosial di Bima.

Masyarakat kini menuntut transparansi penuh: apa dasar hukum pembentukan Dewan Pakar ini, apa hasil kerja nyata yang akan dihasilkan, dan apakah nilai manfaatnya setara dengan uang rakyat yang dikeluarkan sebesar Rp 288 juta tersebut. Banyak pihak menilai langkah ini hanya sekadar penciptaan posisi baru untuk mengakomodasi kelompok tertentu, bukan demi kepentingan pembangunan daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi lengkap dari pimpinan DPRD Kota Bima terkait urgensi pembentukan tim ini di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Red.

Berita Terkait

Kisah Haru Perjuangan Guru di Tigo Jangko, Motor Rusak di Tengah Sulitnya Akses Jalan
GIAT JUMAT BERKAH: DIREKTUR MEDIA PATROLIKRIMINAL86.COM & TIM SALURKAN BANTUAN KE PANTI ASUHAN BAIHAQI UMAR
REMBUG STUNTING DI DESA PANGKALAN BENTENG, CAMAT TALANG KELAPA HADIRI KEGIATAN KONVERGENSI PENCEGAHAN STUNTING
Pembina Utama AWG Imbau Umat Islam Berpartisipasi Penyelenggaraan Bulan Solidaritas Palestina
Gerakan Peduli Kasih Jum’at Berkah yang di Taja Oleh PPWI Riau dan Tim Media Kembali Melaksanakan di Desa Ketaping Jaya
Ketua GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah Hadiri Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Ponpes Darul Tauhid
Polisi Peduli Pengangguran “Bersama Polri Bangun Masa Depan” : Kapolsek Kuantan Mudik AKP Anra Nosa Hadir di Tengah Masyarakat Meretas Pengangguran
Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat Marak di Kelurahan Muara Lembu Kecamatan Singingi, Warga Desak Aparat Bertindak Tegas
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 15:46

Sorotan Publik: Kelulusan PPPK 2026 Mantan Caleg Demokrat Diduga Cacat Administrasi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:06

Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Berita Terbaru