Majelis Ukhuwah Pusat Gelar Mudzakarah Sikapi Amerika dan Israel Keroyok Iran

- Penulis

Minggu, 8 Maret 2026 - 13:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BOGOR //TintaPos.Com//-Majelis Ukhuwah Pusat (MUP) menggelar forum diskusi strategis (mudzakarah) memetakan langkah-langkah umat dalam menyikapi eskalasi konflik global, khususnya agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Forum bertema “Kesiapsiagaan Umat Dalam Menghadapi Dinamika Konflik Global” ini berlangsung di Kampus STAI Al-Fatah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan diikuti ratusan peserta secara ofline dan daring terdiri para tokoh, akademisi, pengurus Jama’ah Muslimin (Hizbullah), UAR Pusat, AWG, Maemuna Center, Civitas Akademika STAI Al-Fatah,dan Afkado guna membahas dinamika geopolitik global dan dampaknya terhadap dunia Islam serta langkah-langkah strategis yang perlu dipersiapkan umat.

Amir Majelis Ukhuwah Pusat, H. Syakuri SH, dalam sambutannya menegaskan bahwa konflik yang terjadi di Timur Tengah disebabkan Amerika dan Israel hendak mempertahankan hegemoni mereka di negera-negara Arab. Hal itu berpotensi memicu dampak luas terhadap stabilitas global.

“Amerika dan Zionis Israel mengeroyok Iran demi mempertahankan hegemoni mereka di kawasan negara-negara Arab. Kita harus siap-siap mengantisipasi kemungkinan terburuk akibat peperangan tersebut,” ujarnya.

Mudzakarah menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Imaam Yakhsyallah Mansur, Asep Faturrahman, Dr. Aat Surya Safaat, Rifa Berliana Arifin, serta Wawan Ruswandi. Para pembicara membahas berbagai aspek mulai dari geopolitik global, hukum internasional, peran generasi muda, hingga ketahanan ekonomi dan pangan umat.

Imaam Yakhsyallah Mansur dalam sambutannya menyampaikan bahwa mudzakarah merupakan majelis yang sangat mulia, lebih utama dari shalat, puasa dan shodaqoh.. “Berdasarkan Hadits Rasulullah yang diriwayatkan Abu Dawud dan At Tirmidzi, Mudzakarah ini sangat mulia karena kita akan memperbaiki kondisi dunia, khususnya di Timur Tengah atau Palestina,” tegas Imaam Yakhsyallah.

“Penyebab konflik itu satu, yaitu Zionis Israel menjajah Palestina. Iran diserang karena membela Palestina,” ujar Imaam Yakhsyallah menambahkan.

Dalam analisis geopolitiknya, Asep Faturrahman menilai bahwa konflik yang dipicu oleh Amerika Serikat dan Israel tidak terlepas dari kondisi umat Islam yang terpecah dan lemah dalam kepemimpinan.

“Perang yang terjadi di Timur Tengah ini menunjukkan bahwa umat Islam masih terpecah belah dan tidak memiliki kepemimpinan yang kuat,” kata Faturrahman.

Baca Juga:  Jalintim KM 15 Palembang–Betung Kembali Makan Korban, Warga talang bungin KM 20 Tewas

Ia juga menyerukan agar umat Islam di berbagai negara memperkuat persatuan dan persaudaraan dalam satu kepemimpinan umat serta merekomendasikan agar Jama’ah Muslimin menyampaikan seruan persatuan kepada negara-negara Arab melalui pernyataan sikap resmi.

Dalam forum tersebut juga disampaikan sejumlah sikap umat, di antaranya mendorong pemerintah Indonesia agar bersikap tegas dan konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meminta Indonesia keluar dari Board of Peace (BOP) karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip Gerakan Non-Blok.

Di sisi lain, umat Islam diharapkan tidak terjebak pada perbedaan internal seperti stigma Syiah dan Sunni yang berpotensi memecah belah persatuan umat. Sebaliknya, umat didorong untuk memperkuat ukhuwah dan bersatu dalam mendukung kemerdekaan Palestina, serta pembebasan Masjid Al-Aqsa.

Sementara itu, Wawan Ruswandi menekankan bahwa dampak konflik global sering yang pertama kali dirasakan masyarakat bukan suara perang, melainkan melalui tekanan ekonomi dan kenaikan harga kebutuhan pokok.

“Yang pertama kita rasakan bukanlah suara perang, melainkan naiknya harga dan makin mahalnya kebutuhan pokok. Karena itu yang perlu kita kuatkan bukan perdebatan, tetapi ketahanan keluarga dan jamaah,” katanya.

Ia memaparkan konsep lima pilar ketahanan pangan keluarga Al-Jamaah, yaitu kemandirian kebutuhan pangan rumah tangga, penguatan ekonomi keluarga, pembangunan ekosistem gotong royong jamaah, optimalisasi tanah wakaf secara produktif, serta pengembangan program wakaf produktif seperti budidaya ayam petelur dan perikanan.

Berdasarkan pemaparan para narasumber serta diskusi yang berlangsung selama kegiatan, forum mudzakarah menyimpulkan bahwa konflik global yang terjadi saat ini tidak hanya berdampak pada aspek politik dan keamanan internasional, tetapi juga mempengaruhi aspek agama, sosial, ekonomi, serta stabilitas kehidupan masyarakat. Karena itu umat Islam dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif, sikap yang bijak, serta kesiapan yang matang dalam menyikapi perkembangan geopolitik dunia. [AM]

Berita Terkait

Polsek Cerenti Tindak Lanjuti Laporan Layanan Kepolisian 110 Terkait Aktivitas PETI di Sungai Kuantan
Polres Kuansing Tertibkan 67 Rakit PETI dan 5 Asbuk di 22 TKP Dalam Sepekan
Nurul Angely Juara Bintang Radio Kuansing 2026, Pemkab Apresiasi PAPPRI dan Kominfoss
Warga Kambuhapang Pertanyakan Status Tanah Kampung dan Sawah yang Diklaim Dinas Peternakan
Wakil Ketua Yayasan hadiri Santri Saat Subuh, Perkuat Pembinaan Ibadah dan Akademik di PMT Hamka Padang
Acara Kenal Pamit Polda Sumsel Jadi Momentum Penguatan Integritas dan Pengabdian Bersama Masyarakat
Kapolda Sumsel Instruksikan Pejabat Baru Langsung Bekerja Kawal Agenda Nasional dan Kamtibmas
PMT Prof. Dr. Hamka Padang Perkuat Nilai Kepedulian, Zulkifli Aziz Jenguk Wakil Asrama Putri yang Sakit
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:11

MENUAI PROTES, PENERAPAN PARKIR DIGITAL RSUD KOTA BIMA DIDUGA CACAT PROSEDUR DAN TAK TERENCANA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 05:49

 BANGUN RUMAH BANGUN HARAPAN — BAZNAS NTB BERSAMA BAZNAS KOTA BIMA BINA CALON PENERIMA RUMAH LAYAK HUNI

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:35

SIARAN PERS  BPJS Kesehatan Perluas Kerja Sama dengan Asuransi Kesehatan Tambahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:37

MEDAN BATU LEBIH BERAT, UPAH CUMA Rp15 RIBU PER METER — SAMA AJA HISAB KERINGAT RAKYAT, BAPEKA-NTB SOROT KETIMPANGAN PROYEK SPAM RITE

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:57

KETUA KOMISI I DPRD KOTA BIMA HADIRI HUT KE-81 TNI: PERKUAT SINERGI, JAGA KEDAULATAN DAN KETENANGAN DAERAH

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:49

Hadiri Parade HUT ke-81 TNI, Kapolda Sumsel Tekankan Soliditas TNI-Polri

Senin, 5 Oktober 2026 - 05:23

REAKSI KERAS KORWIL KSBSI NTB / KETUA DPC FSBSI BIMA ATAS PUTUSAN MA LALU: SOMASI PONPES IMAM SAFI’I KOTA BIMA DAN SERET OKNUM PNS PELANGGARAN BERAT KE BKN, KEMENDAGRI, DAN POLDA NTB

Jumat, 2 Oktober 2026 - 04:32

Ketua Umum DPP GMR Soroti Gangguan Jaringan Dukcapil Kabupaten Bima, Sudah Tiga Hari Masyarakat Menanti Kepastian Pelayanan

Berita Terbaru