RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Masyarakat Melakukan Pengeringan Rowosumo,Basmi Ikan Sapu-sapu.

- Penulis

Senin, 30 Maret 2026 - 10:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lumajang //TintaPis.Com// – Sayangnya, selama 8 tahun terakhir rawa tersebut belum pernah dilakukan pengeringan.Kepala Dinas Perikanan Lumajang, Yuli Harismawati menjelaskan, rawa tersebut aktif digunakan untuk spot pemancingan bagi warga sekitar.

Pemancingan Rowo Sumo di Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Lumajang, dilakukan pengurasan untuk membasmi ikan sapu-sapu yang menjadi hama di perairan tersebut pada Sabtu (28/3) kemarin.

Sehingga berpotensi banyak dipenuhi oleh ikan sapu-sapu yang menjadi hama dan predator bagi ikan lainnya sehingga mengganggu ekosistem laut air.

Ia mengatakan upaya pengeringan bertujuan untuk membersihkan predator dan mengembalikan fungsi perairan sebagai habitat ikan lokal merawat sekaligus kebutuhan udara bagi usaha pertanian.

“Upaya pengeringan ini dilakukan lewat koordinasi lintas sektor untuk menjaga keseimbangan alam dan mengembalikan fungsi rawa tersebut,” ucapnya.

Baca Juga:  PRESIDEN JA-NTB LSKHP Desak Kapolda NTB Pastikan Keamanan Kondusif Jelang Idul Fitri 1447 H, Soroti Kerawanan di Bima

Menurutnya, setelah dilakukan pengeringan Rowosumo akan kembali menjadi tempat hidup bagi ikan ikan lokal dan aman untuk area pemancingan.

Sehingga ikan lokal bisa tumbuh dan berkembang biak dengan subur dan pemancing bisa mendapatkan konsumsi ikan dalam jumlah banyak.

“Nanti bulan April mendatang kami akan melakukan restocking (penebaran benih) ikan lokal, ini akan dilakukan melalui sinergi dengan Dinas Kelautan Perikanan Provinsi Jatim,” tutupnya.

Kedepan, Pemkab Lumajang akan melakukan penebaran benih ikan lokal agar perairan tersebut kembali ke fungsi awal sebagai daerah yang dipenuhi dengan ikan konsumsi.(DO’A)

Berita Terkait

Pemerintah Kuansing Bentuk Tim Penyelesaian Sengketa Lahan Antara Masyarakat Koto Baru dengan PT. RAPP
Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton
Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 15:17

GAZALI TEGAS TIDAK DIAM LAGI: DIGEROGOTI RENTENIR TOFAN RATUSAN JUTA, TIGA LAPORAN DIAJUKAN SEKALIGUS

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Minggu, 6 September 2026 - 09:15

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Kamis, 3 September 2026 - 07:04

DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  

Rabu, 2 September 2026 - 16:46

RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN

Rabu, 2 September 2026 - 06:53

BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA

Berita Terbaru