RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Ribuan Hektare Lahan Transmigrasi Basidondo Belum Bersertifikat, Pemkab Tolitoli Minta Intervensi Pusat

- Penulis

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TOLITOLI //Tintapos.com// – Persoalan lahan di Kawasan Transmigrasi Basidondo kembali menjadi sorotan. Hingga kini, sebagian lahan yang dikelola masyarakat transmigran di wilayah tersebut masih menghadapi masalah legalitas, meski kawasan tersebut telah menjadi salah satu pusat produksi pertanian di Kabupaten Tolitoli.

Kondisi itu terungkap dalam Rapat Fasilitasi Penanganan Permasalahan Pertanian Transmigrasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Tolitoli bersama Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia, Kamis (18/6/2026), di Aula Suwot Polimpungan, Kantor Bupati Tolitoli.

Rapat yang berlangsung secara luring dan daring tersebut membahas berbagai persoalan yang selama ini menjadi hambatan pengembangan kawasan transmigrasi seluas 63.754,16 hektare yang mencakup Kecamatan Basidondo, Lampasio, dan Ogodeide.

Tidak hanya soal sertifikasi lahan, rapat juga menyoroti persoalan okupasi lahan, pergantian transmigran tanpa dokumen legal yang jelas, keterbatasan sarana produksi pertanian, hingga lemahnya akses pemasaran hasil panen petani.

Permasalahan tersebut dinilai berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup dari sektor pertanian.

Dalam sambutan Bupati Tolitoli yang dibacakan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Moh. Dzikron, S.H., M.Si., pemerintah daerah meminta adanya langkah nyata dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk mempercepat penyelesaian berbagai persoalan yang terjadi di kawasan transmigrasi.

Menurut pemerintah daerah, kepastian hukum atas lahan menjadi kebutuhan mendesak yang harus segera dituntaskan. Tanpa sertifikat yang sah, petani berpotensi menghadapi berbagai kendala, mulai dari konflik kepemilikan hingga kesulitan memperoleh akses pembiayaan usaha.

“Pemerintah Kabupaten Tolitoli berkomitmen mendukung program strategis transmigrasi nasional. Namun berbagai persoalan yang terjadi membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor agar dapat diselesaikan secara menyeluruh,” demikian disampaikan dalam rapat tersebut.

Baca Juga:  Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kawasan Transmigrasi Basidondo selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang memiliki potensi besar di sektor pertanian dan perkebunan. Namun, berbagai persoalan administratif dan tata kelola lahan dinilai menjadi faktor yang menghambat optimalisasi potensi tersebut.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah, Muh. Syahrul Syam, mengatakan forum tersebut menjadi langkah penting untuk menyamakan data serta mempercepat proses penyelesaian berbagai persoalan lahan yang terjadi di kawasan transmigrasi.

Menurutnya, sinkronisasi data antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan instansi terkait menjadi kunci untuk mempercepat proses sertifikasi lahan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Rapat tersebut turut dihadiri Direktorat Perencanaan Kawasan Transmigrasi Kementerian Transmigrasi, Kantor Pertanahan, BPKH, BPHL, BPS, BKSDA, organisasi perangkat daerah tingkat provinsi dan kabupaten, serta pemerintah desa yang berada di kawasan transmigrasi.

Melalui pertemuan itu, pemerintah menargetkan lahirnya rekomendasi konkret yang tidak hanya menyelesaikan persoalan administrasi lahan, tetapi juga memperkuat sektor pertanian transmigrasi secara menyeluruh.

Langkah yang didorong antara lain percepatan penerbitan sertifikat hak milik, penertiban lahan yang bermasalah, peningkatan akses sarana produksi, serta pembukaan jaringan pemasaran yang lebih luas bagi hasil pertanian masyarakat.

Bagi masyarakat transmigrasi, penyelesaian persoalan lahan bukan sekadar urusan administrasi. Kepastian hukum atas tanah yang mereka kelola selama bertahun-tahun menjadi fondasi penting untuk meningkatkan produktivitas, memperoleh akses modal, dan memperkuat kesejahteraan keluarga.

Karena itu, pemerintah daerah berharap hasil rapat tersebut tidak berhenti pada pembahasan semata, melainkan dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret yang memberikan kepastian bagi masyarakat transmigrasi sekaligus memperkuat ketahanan pangan Kabupaten Tolitoli di masa mendatang.

Berita Terkait

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres
Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 11:46

Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.

Senin, 7 September 2026 - 11:11

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU GONCANGKAN DIKPORA DAN BKPSDM KOTA BIMA: TEGAKKAN HUKUM TERHADAP OKNUM GURU YANG JADI RENTENIR ILEGAL

Senin, 7 September 2026 - 07:28

KETUA BAZNAS NTB SERING TIDAK DI KANTOR, BANTUAN BEROBAT TERUS TERTUNDA — KELUARGA PASIEN KELUAR BIAYA RATUSAN RIBU TANPA HASIL

Kamis, 3 September 2026 - 14:29

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.

Senin, 31 Agustus 2026 - 05:37

BAPEKA-NTB: BERDASARKAN DATA BPJS KETENAGAKERJAAN BIMA — PT PRIBUMI CAHAYA AGUNG UTAMA HANYA BERI 2 DARI 4 PROGRAM JAMINAN SOSIAL, ANCAMAN PENUTUPAN OPERASIONAL

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 08:34

FIRGIAWAN, S.H. – WUJUD IMPIAN DAN PERJUANGAN, BERKAT DOA DAN PENGORBANAN ORANG TUA

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 07:22

KETUA RT WINDRA KECEWA: LURAH TIDAK TEGAS SANKSI PENYIMPANGAN KOORDINATOR EL, SEAKAN MEMBERIKAN RUANG PENGAMBILAN JABATAN

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 05:48

Proyek Rp344 Juta Tanpa Papan, Lalu Ditempel di Pohon — BAPEKA-NTB: Itu Melanggar Semua Aturan.Di Sorot Pinjam Perusahaan

Berita Terbaru