RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

SMPN 3 Banyuwangi Jadi Contoh Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

- Penulis

Rabu, 8 April 2026 - 10:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi.//Tintapos.com//-Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadikan SMP Negeri 3 Banyuwangi sebagai role model bagi sekolah lain dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

SMPN 3 Banyuwangi dinilai mampu mengolah sampah secara terstruktur dan berkelanjutan serta memiliki bank sampah yang dikelola langsung oleh siswanya.

Ini bisa menjadi role model, dan sekolah lain bisa meniru dan menyesuaikan dengan kondisi masing-masing,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Rabu.8/4/2026
Dibanyuwangi

Dia mengapresiasi siswa dan pendidik di sekolah menengah pertama itu mengumpulkan sampah-sampah daun kering dan ranting setiap harinya dan diolah menjadi kompos setengah matang hingga kompos siap panen dan dikemas menjadi pupuk organik kualitas premium.

Oleh karena itu, Bupati Ipuk berharap program serupa dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dalam mengelola sampah secara berkelanjutan.

Tentu ini sangat bagus, anak-anak sudah belajar mengelola sampah dengan benar dan bisa menghasilkan produk yang bermanfaat, ke depan tinggal terus dikembangkan agar lebih optimal dan berkelanjutan,” kata Ipuk.

Baca Juga:  Aksi Peduli, Ditpolairud Polda Sulut Selamatkan Korban KM Anaya Gunakan kapal patroli SBU safe boot unit kp xv 2001

Siswa kelas 8 SMPN 3 Banyuwangi M Fadil menyampaikan bahwa selain kompos, siswa juga memproduksi eco enzyme dan pupuk organik cair (POC) yang dimanfaatkan untuk kebutuhan tanaman di lingkungan sekolah mereka.

Seperti sisa makanan dari Makan Bergizi Gratis (MBG), katanya, juga dikelola oleh siswa sebagai pakan maggot, dan hasilnya kemudian digunakan untuk pakan ikan nila yang ada di kolam sekolah.

“Sejak kelas 7 kami sudah ikut mengelola sampah, di rumah juga suka menanam, ya senang bisa praktik langsung di sekolah. Kalau pupuk organik juga sudah dipasarkan dengan harga sekitar Rp7.500 per kemasan,” kata Fadil..

(Tim)

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:04

Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:40

Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo

Berita Terbaru