KOTA BIMA–//Tintapos.com//-Senin,05 Januari 2026 Pemerintah Kota Bima mengakui kondisi keuangan daerah pada Tahun Anggaran 2026 mengalami penurunan yang sangat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Total anggaran yang tersedia kini jauh berkurang, sementara kebutuhan pengeluaran wajib justru meningkat tajam, menuntut kehati-hatian luar biasa dalam setiap alokasi dana rakyat.
Saat menyampaikan laporan kondisi fiskal di hadapan ribuan aparatur sipil negara, Wali Kota Bima H. A. Rahman menjelaskan, total APBD tahun ini hanya sekitar tiga perempat dari anggaran tahun lalu. Penurunan ini terutama disebabkan menyusutnya pendapatan daerah yang berkurang drastis dibandingkan periode sebelumnya.
Tekanan keuangan makin berat karena bersamaan dengan itu muncul beban baru yang besar, yaitu pembayaran gaji bagi ribuan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang telah diangkat tahun lalu. Kebutuhan dana untuk pos ini saja meningkat cukup tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga menyisakan ruang yang makin sempit untuk pembangunan fisik.
Di tengah keterbatasan yang sangat ketat ini, Wali Kota menegaskan komitmen pemerintah untuk tetap memprioritaskan kebutuhan dasar masyarakat. Sejumlah program krusial tetap dijalankan, antara lain kelanjutan pembangunan ruang rawat inap RSUD Kota Bima, dukungan pengadaan tanah dan drainase untuk proyek strategis nasional, perbaikan jalan, serta penataan kawasan Lapangan Serasuba.
Selain pembangunan fisik, alokasi juga tetap disiapkan untuk bantuan sosial, perumahan layak huni, hibah pembangunan Masjid Agung Al-Muwahidin, serta dukungan kegiatan keagamaan dan honorarium bagi ketua RT, RW, imam, guru ngaji, dan marbot. Langkah ini diambil agar pelayanan kepada masyarakat serta kehidupan sosial dan keagamaan tidak terganggu meski kondisi keuangan sedang sulit .
“Angka-angka ini bukan sekadar data, melainkan kenyataan yang harus kita hadapi bersama. Kita wajib mengelola setiap rupiah dengan sangat cermat, bijak, dan bertanggung jawab. Tidak boleh ada satu pun dana yang terbuang sia-sia atau dialihkan untuk hal yang tidak mendesak,” tegasnya dalam apel gabungan di halaman kantor wali kota .
Pemerintah juga mengimbau seluruh aparatur untuk menjadi penyampai informasi yang jujur dan berimbang kepada masyarakat, serta memastikan setiap pekerjaan yang dibiayai uang negara benar-benar selesai sesuai rencana dan bermanfaat nyata bagi warga Kota Bima .





















