KOTA BIMA –//Tintapos.com//–Kabar gembira hadir di tengah kesulitan yang mendera Gita Nurmala, janda kurang mampu yang kini tak lagi memiliki tempat tinggal tetap. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bima bergerak sangat cepat dan langsung menyalurkan bantuan nyata bagi ibu dan anak ini.
Informasi ini disampaikan secara langsung oleh Akbar, S.Ikom (Akbar Invalid), Direktur Eksekutif Lembaga Pemantau Kebijakan Publik NTB (LPPK-NTB), setelah menemui jajaran pimpinan Baznas Kota Bima pada Minggu (12/7/2026).
Pimpinan Baznas Kota Bima, H. A. Latif M. Saleh, S.Pdi, menegaskan telah memantau permasalahan ini sejak awal.
“Kami sudah memantau permasalahan Ibu Gita yang beredar luas di media sosial. Kondisinya sangat memprihatinkan, sehingga saya sudah memerintahkan tim Baznas Kota Bima untuk segera turun melakukan verifikasi dan evaluasi kebutuhan secara menyeluruh. Besok saya sendiri pun akan menemui langsung ibu tersebut untuk mencari jalan keluar terbaik,” ungkap H. A. Latif.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Baznas Kota Bima, Rangga Iskandar Julkarnain, S.Pd.I, M.Pd, menambahkan bahwa bantuan sarana usaha sudah disiapkan dan diserahkan malam ini juga.
“Kami memprioritaskan penyaluran bantuan Rombong Z-KUP untuk Ibu Gita, yang diserahkan malam ini juga. Semoga beliau bisa segera memanfaatkannya untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari,” jelas Rangga
Pihak Baznas juga menegaskan akan berkoordinasi erat dengan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Bima, guna memastikan solusi jangka panjang terkait kepastian tempat tinggal yang layak bagi keluarga ini.
Di balik angka sewa rumah yang terlihat kecil, yakni hanya Rp150 ribu per bulan, tersimpan kisah perjuangan yang menyayat hati. Gita bersama putrinya, Santi (12 tahun) yang baru naik ke Kelas VI SDN 12 Kota Bima, kini terpaksa hidup tanpa atap yang menaungi.
Dulu mereka menempati hunian di kawasan BTN Kedo Jatiwangi yang dikelola Dinas Perkim Kota Bima, namun diminta mengosongkan tempat itu karena tidak mampu melunasi biaya sewa. Selama ini, satu-satunya sumber penghasilan mereka hanya berasal dari berjualan kerupuk dan nasi titipan warga, yang jumlahnya tidak menentu dan nyaris pas hanya cukup untuk makan sehari-hari.
Kini kondisi semakin memprihatinkan: Gita dan Santi terpaksa bermalam di lokasi tempat mereka berjualan, tepatnya di sebelah utara Museum Asi Mbojo, hanya beralaskan selembar tikar.
“Saya bukan tidak mau membayar sewa. Saya memang belum mampu. Sekarang saya hanya ingin anak saya tetap bisa sekolah. Kami terpaksa tidur di tempat jualan karena sudah tidak punya tempat berlindung,” ujar Gita dengan mata berkaca-kaca.
Ia pun berharap Pemerintah Kota Bima melalui Dinas Perkim dapat memberikan kebijakan yang mengedepankan nilai kemanusiaan—baik berupa keringanan biaya, penjadwalan ulang pembayaran, maupun solusi lain—agar mereka bisa kembali memiliki tempat tinggal yang aman.
Semoga langkah baik dan bantuan yang diberikan Baznas Kota Bima ini menjadi awal kelegaan bagi Gita dan Santi, serta menginspirasi seluruh pihak untuk senantiasa saling bahu-membahu membantu sesama yang sedang kesulitan.
Red.





















