RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

PEREDARAN NARKOBA SEMAKIN MARAK DI NTB: PUKAD NTB MINTA KAPOLRI PAGIL DAN PERIKSA POLDA NTB.

- Penulis

Rabu, 9 September 2026 - 13:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MATARAM,

—//Tintapos.com//

Rabu,9 September 2026

Peredaran narkoba di Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi sorotan. Pusat Kajian Demokrasi (PUKAD) berencana menggelar aksi unjuk rasa di depan Polda NTB pada Jumat, 11 September 2026.

Dalam surat pemberitahuan aksi yang ditujukan kepada Ditresnarkoba Polda NTB, PUKAD menyoroti dugaan maraknya peredaran narkotika di NTB serta mempertanyakan penanganan sejumlah kasus, salah satunya terkait seorang berinisial Firdaus yang disebut masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

PUKAD menyebut Firdaus diduga terkait perkara narkotika jenis sabu dengan barang bukti sekitar 500 gram. Mereka mempertanyakan mengapa yang bersangkutan disebut belum berhasil ditangkap dan bahkan diklaim masih dapat berkeliaran di lingkungan tempat tinggalnya.

Kondisi tersebut, menurut PUKAD, menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai efektivitas penegakan hukum terhadap jaringan peredaran narkoba di NTB.

“Hal ini semacam diberikan imunitas terhadap DPO Firdaus,” demikian tudingan PUKAD dalam suratnya.

Namun, tudingan tersebut merupakan klaim dan dugaan yang disampaikan PUKAD dan masih memerlukan pembuktian serta klarifikasi dari pihak kepolisian maupun pihak yang disebut dalam surat tersebut.

PUKAD juga menyoroti dugaan adanya pihak tertentu yang menjadi pemasok maupun pembeking dalam peredaran narkoba. Bahkan, organisasi tersebut menyatakan menemukan dugaan keterlibatan oknum aparat dalam jaringan peredaran narkotika berdasarkan informasi dan laporan masyarakat yang mereka terima.

Baca Juga:  Usut Tuntas Kasus Serasuba, Imam Plur Warning Kajari Bima Jangan Jadi Tameng Koruptor.

Atas persoalan itu, PUKAD membawa sejumlah tuntutan dalam aksi yang rencananya diikuti sekitar 50 orang tersebut.

Pertama, PUKAD mendesak Polda NTB melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran kepolisian, khususnya berkaitan dengan penanganan dan pemberantasan peredaran narkoba di wilayah NTB.

Kedua, PUKAD meminta Kapolri memanggil dan memeriksa Kapolda NTB atas dugaan adanya pembiaran terhadap maraknya peredaran narkoba. Dugaan tersebut juga perlu dibuktikan melalui mekanisme pemeriksaan dan pengawasan yang berlaku.

Ketiga, PUKAD mendesak agar persoalan DPO Firdaus dibuka secara terang, termasuk alasan yang menyebabkan hingga kini belum dilakukan penangkapan jika yang bersangkutan memang masih berstatus DPO.

Keempat, PUKAD meminta Itwasum Polri, Irwasda Polda NTB hingga KPK melakukan audit investigasi terhadap kekayaan Kapolda NTB dan jajaran Ditresnarkoba Polda NTB.

Aksi tersebut dijadwalkan berlangsung mulai pukul 10.00 WITA hingga selesai di Polda NTB, dengan membawa megafon, sound system, spanduk dan selebaran.

Sorotan PUKAD ini menambah tekanan publik terhadap aparat penegak hukum untuk memastikan pemberantasan narkoba di NTB berjalan transparan, profesional dan tanpa pandang bulu.

Kini publik menunggu jawaban Polda NTB, bagaimana sebenarnya status DPO Firdaus, mengapa belum ditangkap, dan sejauh mana aparat memastikan tidak ada pihak yang kebal dari proses hukum?.

Red

Berita Terkait

Guru P3K Berkedok Rentenir: Dinas Dikpora Bima Sudah Panggil & Periksa, Hasil Segera Diserahkan ke BKPSDM
Teror Dan Ancam Polisi: Rentenir Guru P3K di Bima Terancam di Pecat dan mendekam di penjara.
ALIANSI MASYARAKAT BERSATU GONCANGKAN DIKPORA DAN BKPSDM KOTA BIMA: TEGAKKAN HUKUM TERHADAP OKNUM GURU YANG JADI RENTENIR ILEGAL
ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA
BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.
DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  
RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN
BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 10:36

Tim Bola AH03 Asuhan April Hadi Akan Berangkat ke Semarang Usai Berhasil Menjadi Juara 2 Dalam Ajang Piala Bela Negara “Road To Semarang Zona Kuansing Riau”

Rabu, 9 September 2026 - 04:34

Kapolda Sumsel: Penanganan Karhutla Harus Dimulai dari Edukasi hingga Rehabilitasi

Selasa, 8 September 2026 - 05:09

Dukung Asta Cita Presiden, Panen Raya Jagung di Sikakak Hasilkan 1 Ton

Senin, 7 September 2026 - 11:13

Polda Sumsel Distribusikan 100 Jerigen Cairan Pemadam X-Fire ke 11 Polres

Senin, 7 September 2026 - 04:22

Masyarakat Desak Kapolres Sijunjung Tuntaskan Aktivitas PETI, Jangan Tunggu Bencana, “Jaga Alam Maka Alam Akan Jaga Kita”

Rabu, 2 September 2026 - 01:39

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Berita Terbaru