RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Ditemukan Meninggal di Kamar Kos, Ini Kronologi Lengkap yang Diungkap Polres Bima Kota

- Penulis

Senin, 29 Juni 2026 - 01:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA -//Tintapos.com//– Sebuah peristiwa menyedihkan mengguncang warga Kelurahan Melayu, Kecamatan Asakota, Kota Bima pada Minggu pagi, 28 Juni 2026. Seorang wanita ditemukan sudah tak bernyawa di tempat kosnya. Pihak kepolisian pun segera turun tangan dan membuka urutan kejadian lengkap berdasarkan hasil penyelidikan awal.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari penyelidikan di lapangan, rentang waktu kejadian bermula sekitar pukul 04.30 WITA. Saat itu, korban diketahui sempat bertemu dengan seorang saksi bernama Citra di kawasan Mes Cafe, sekitar Pantai Ule.

Pada pertemuan tersebut, saksi langsung menyadari kondisi korban sedang tidak baik-baik saja. Tubuhnya tampak lemah dan menggigil hebat. Melihat keadaan yang mengkhawatirkan itu, saksi berinisiatif mengantar korban kembali ke tempat tinggalnya menggunakan layanan angkutan daring.

Sesampainya di lokasi kos sekitar pukul 05.00 WITA, korban dibantu masuk ke kamar dan segera diselimuti agar rasa dinginnya berkurang. Saksi ternyata tidak langsung meninggalkan tempat itu, melainkan memilih untuk tetap berada di dalam ruangan dan menemani korban hingga waktu berjalan menuju siang.

Nasib malang terungkap sekitar pukul 10.00 WITA. Saat saksi kembali mengecek keadaan korban, didapati korban sudah diam tak bergerak sama sekali. Pemandangan semakin mengerikan saat terlihat lendir keluar dari mulut dan darah mengalir dari hidung korban.

Kaget dan panik, saksi segera memanggil bantuan penjaga kos. Kejadian ini kemudian dilaporkan secara resmi ke kantor kepolisian setempat.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Sambut IMBI Sumsel dalam Audiensi Resmi, Tegaskan Polri Hadir untuk Semua Komunitas Masyarakat

Begitu laporan masuk, jajaran personel dari Polres Bima Kota langsung bergerak cepat ke lokasi. Tim yang dikerahkan terdiri dari petugas Piket SPKT, Reskrim, Unit Identifikasi, Polsek Asakota, serta unsur pendukung lainnya.

Di lokasi, polisi segera memasang garis pembatas guna mengamankan tempat kejadian perkara agar kondisi tetap utuh. Langkah yang dilakukan meliputi:Pengamanan sepenuhnya di sekitar kamar kos korban, Pemeriksaan mendalam dan pengambilan gambar di lokasi kejadian,Pengumpulan segala barang bukti yang ditemukan,Memeriksa serta mendengarkan keterangan dari saksi-saksi yang ada.

Sekitar pukul 15.20 WITA sore harinya, jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Kota Bima. Langkah ini dilakukan untuk menjalani pemeriksaan medis lengkap atau dikenal dengan istilah Visum et Repertum. Hasil pemeriksaan ini menjadi kunci utama untuk mengetahui penyebab pasti kematian.

Dari pengamatan awal di tempat kejadian, pihak kepolisian menyampaikan bahwa belum ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik atau luka yang mencolok pada tubuh korban. Meski demikian, penyelidikan belum berakhir dan masih terus digali lebih dalam.

Kapolres Bima Kota melalui keterangan resminya juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak menyebarkan dugaan-dugaan yang belum jelas kebenarannya. Penyebab kematian baru bisa dipastikan setelah hasil pemeriksaan medis lengkap dan laporan akhir tim penyelidik keluar secara resmi.

Kasus ini masih dalam pengawasan ketat hingga seluruh fakta terungkap dengan jelas dan lengkap.

 Red.

Berita Terkait

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.
DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  
RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN
BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA
Proyek Rp344 Juta Tanpa Papan, Lalu Ditempel di Pohon — BAPEKA-NTB: Itu Melanggar Semua Aturan.Di Sorot Pinjam Perusahaan
BAPEKA-NTB LAPORKAN DIREKTUR RSUD KOTA BIMA: DUGAAN PENYALAHGUNAAN WEWENANG, PENGERUSAKAN ASET, HINGGA PENGGUNAAN DANA CSR TANPA PROSEDUR SAH
Foto Bersama Kapolres Dijadikan Alat Pungut Uang, Ketua LSM LKPM NTB Amiruddin.S.sos Lapor Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Bima Kota  
BAPEKA-NTB RENCANA AKSI TANGGAP KEMERDEKAAN: KONSOLIDASI ASPIRASI, DESAK TINDAK LANJUT LAPORAN KORUPSI & PENYALAHGUNAAN WEWENANG
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:22

KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57

Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:36

KSATRIA MUDA MERAH PUTIH KOTA BIMA AKBAR INVALIDE BANGUN GERAKAN BERSAMA KELUARGA KORBAN — DESAK CV. GARUDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS BURUH HARIAN CACAT PERMANEN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04

Akbar Invalide Kritik Keras Kinerja Kejari Bima, Soal Sera Suba Dinilai Jalan di Tempat.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:57

KABAG PBJ KOTA BIMA IRWANSYAH, MAP BUKA SUARA TEGAS: SAYA TIDAK BERWENANG MENGUBAH DPA MAUPUN PANGKAS ANGGARAN — PROYEK RSUD PROSES PENGADAAN CACAT KARENA RUP TIDAK SESUAI DPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:47

BAPEKA-NTB HADIR DI RDP DPRD KOTA BIMA, SELURUH ANGGOTA KOMISI I HADIR — JANJI EVALUASI & SIAP KELUARKAN REKOMENDASI PENGHENTIAN SEMENTARA, DESAK DPRD LAPORKAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN ASET DAN PELANGGARAN ATURAN CSR

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13

BARA NTB GELAR AKSI SOROTI BOBROKNYA MANAJEMEN PT PLN NUSA DAYA NTB, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR HINGGA EVALUASI TOTAL SISTEM KERJA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:26

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana: Transparansi dan Integritas Harus Dikawal

Berita Terbaru