KOTA BIMA-//Tintapos.com//-Minggu,02 AGUSTUS 2026 – Upaya nyata mewujudkan keluarga sehat, lingkungan bersih, dan bebas stunting terus digalakkan di tengah masyarakat. Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Penatoi untuk seluruh Wilayah Bagian 1 hingga 8, secara resmi menggelar kegiatan sosialisasi yang sangat bermanfaat bertempat di Aula Kelurahan Penatoi.
Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Kepala Kelurahan Penatoi, Faisal M Yusuf. Turut hadir memberikan penyuluhan dan arahan, Kepala Puskesmas Mpunda tahun 2026, Bdn. Suharti, SST, didampingi para pengurus serta kader PKK setempat.
Dalam sambutannya, Faisal M Yusuf sangat mengapresiasi inisiatif yang diambil oleh tim PKK. Menurutnya, dua hal yang disampaikan dalam sosialisasi ini adalah pondasi utama kemajuan kelurahan: jika generasi sehat dan cerdas maka masa depan terjamin, jika lingkungan bersih maka kesejahteraan hidup tercipta.
“Kita tidak bisa hanya menunggu bantuan dari atas, perubahan harus kita mulai dari rumah masing-masing. Mulailah menjaga gizi anak-anak kita agar tidak terhambat pertumbuhannya, dan biasakan memilah sampah agar tidak merusak lingkungan kita,” ujar Faisal mengingatkan para hadirin.
Sementara itu, Bdn. Suharti, SST selaku Kepala Puskesmas Mpunda secara rinci memaparkan mengenai bahaya, penyebab, serta langkah-langkah nyata dalam mencegah dan menanggulangi kasus stunting sejak dini.
Kegiatan ini mengangkat dua pokok bahasan yang sangat krusial bagi kesejahteraan warga: yaitu Cara Penanganan dan Pencegahan Stunting, serta Pemilahan dan Pengolahan Sampah Organik maupun Non Organik.
Sebagai garda terdepan pembinaan keluarga, PKK Kelurahan Penatoi menyadari bahwa perubahan besar bermula dari kesadaran dan langkah nyata di lingkungan terdekat. Masalah stunting yang menghambat kualitas tumbuh kembang anak, serta tumpukan sampah yang merusak kebersihan dan kesehatan lingkungan, menjadi fokus utama yang harus diselesaikan bersama-sama.
Dalam penyampaian materinya, peserta diajak memahami bahwa pencegahan stunting tidak hanya cukup dengan pemberian makanan bergizi saja, melainkan dimulai dari masa persiapan kehamilan, pemenuhan gizi seimbang, hingga kebersihan pola hidup sehari-hari. Sementara terkait sampah, dijelaskan bahwa sampah yang terpisah sejak dari rumah akan sangat mengurangi beban pembuangan, bahkan sampah organik pun masih bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk bernilai guna.
Kegiatan ini diikuti dengan antusiasme tinggi oleh para kader dan ibu-ibu dari delapan bagian wilayah setempat. Mereka tampak menyimak dengan saksama serta saling berdiskusi mengenai kendala yang dihadapi di lapangan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan setiap keluarga di Kelurahan Penatoi semakin paham, sadar, dan mau melaksanakannya secara berkelanjutan demi terciptanya masyarakat yang sehat, cerdas, dan lingkungan yang bersih asri.
Red.




















