RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

KRISIS AIR DI ALOR: SUMUR BOR MANGKRAK, PEMDES ARAMABA DIDUGA ABAIKAN JERITAN WARGA

- Penulis

Senin, 27 April 2026 - 12:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alor, NTT, //Tintapos.com// – Potret buram pengelolaan air bersih kembali terjadi di wilayah timur Indonesia. Warga Desa Aramaba, Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, mengaku telah lama hidup dalam krisis air bersih. Ironisnya, program sumur bor yang digadang-gadang menjadi solusi justru terbengkalai tanpa kejelasan.

“Sudah lama kami kekurangan air sampai sekarang. Kami pikir dengan adanya sumur bor, orang tua kami bahkan seluruh masyarakat sudah bisa menikmati air bersih. Tapi sangat disayangkan, hal itu tidak sesuai harapan,” ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, Senin (27/04/2026).

Berdasarkan hasil investigasi lapangan, kondisi sumur bor yang rusak serta infrastruktur air di desa tersebut sangat memprihatinkan. Jaringan pipa distribusi yang seharusnya mengalirkan air ke rumah-rumah warga banyak yang putus, bahkan hilang. Meteran air tampak berserakan di pinggir jalan maupun di halaman rumah warga tanpa perawatan.

Yang menjadi sorotan utama adalah dugaan pembiaran oleh Pemerintah Desa Aramaba. Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara itu dibiarkan rusak tanpa adanya upaya perbaikan maupun pemeliharaan.
“Sangat disayangkan, fasilitas yang seharusnya bisa membantu kami justru tidak dipergunakan dengan baik. Pemerintah Desa Aramaba juga tidak mengambil tindakan untuk memperbaikinya. Sampai sekarang dibiarkan begitu saja,” ujar salah satu warga dengan nada kecewa.

Baca Juga:  PADANG PARIAMAN HADAPI SEJUMLAH PERSOALAN PUBLIK, MASYARAKAT SOROT PERAN PEMERINTAH DAN WAKIL RAKYAT

Keberadaan sumur bor awalnya disambut antusias oleh masyarakat. Mereka berharap program desa tersebut dapat mengakhiri penderitaan yang selama ini dirasakan akibat sulitnya mendapatkan air bersih. Namun, harapan itu pupus. Kini warga masih harus berjalan jauh untuk mengambil air.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Aset bernilai jutaan rupiah dibiarkan mangkrak, sementara masyarakat tetap mengalami kesulitan air bersih.

Masyarakat mendesak Inspektorat Kabupaten Alor dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) agar segera turun tangan. Menurut mereka, persoalan ini bukan hanya soal kerusakan fisik, tetapi juga menyangkut pertanggungjawaban penggunaan anggaran serta hak warga yang terabaikan.

“Harus ada audit terhadap penggunaan anggaran dan evaluasi terhadap kinerja Pemerintah Desa Aramaba,” tegas salah satu warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi langsung dari pihak Pemerintah Desa Aramaba terkait penyelesaian masalah air bersih di desa tersebut.

Sementara itu, warga berharap pemberitaan ini dapat menjadi dorongan bagi pemerintah desa untuk segera bertindak memperbaiki fasilitas yang ada. Mereka juga meminta Pemerintah Kabupaten Alor turun langsung ke lokasi untuk memberikan solusi nyata, serta DPR sebagai penyambung aspirasi masyarakat agar ikut menyuarakan persoalan ini.

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:04

Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:40

Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo

Berita Terbaru