Warga Dusun III Desa Rugemuk Pertanyakan Kebijakan Pembongkaran Pondok Jaga oleh Satpol PP Deli Serdang, Presiden dan Kemenhut Diminta Turun Tangan Membantu Warga

- Penulis

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DELI SERDANG //TintaPos.Com// – Kebijakan penertiban oleh aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Deli Serdang di Dusun III, Desa Rugemuk, Kecamatan Pantai Labu, mendapat sorotan dari masyarakat setempat.

Langkah pembongkaran paksa terhadap sebuah pondok jaga berukuran 3×4 meter milik warga dengan dalih tidak memiliki Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) atau IMB dinilai warga sarat akan ketimpangan.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh perwakilan warga Dusun III Desa Rugemuk, Abdul Rahim, melalui keterangan tertulis kepada kru media pada Selasa (14/07/2026).

Warga menyayangkan langkah represif tersebut mengingat bangunan yang dibongkar merupakan fasilitas yang digunakan warga untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka sehari-hari.

“Kami adalah masyarakat yang hidup turun-temurun di Dusun III Desa Rugemuk. Mata pencaharian kami hanyalah bercocok tanam dan menangkap kepiting di kawasan hutan untuk menafkahi keluarga serta membiayai pendidikan anak-anak kami. Kami sangat kecewa pondok tempat kami menjaga ruang hidup justru dihancurkan,” ujar Abdul Rahim.

Pertanyakan Standar Ganda dan Dugaan Pembiaran di Kawasan Hutan Lindung

Pihak warga menilai adanya indikasi ketidakadilan dalam penegakan peraturan daerah di lapangan. Berdasarkan pantauan warga, di sekitar lokasi pondok yang dibongkar, terdapat bangunan pemagaran seng yang diduga kuat juga tidak mengantongi izin PBG/IMB yang sah.

Abdul Rahim membeberkan bahwa lokasi pemagaran seng tersebut disinyalir berada di dalam kawasan hutan lindung. Namun, bangunan pagar tersebut tidak ikut ditertibkan oleh aparat.

Baca Juga:  Polresta Banyuwangi Bongkar Praktik Oplos LPG Subsidi

“Kami mempertanyakan hal ini. Apakah boleh mengurus izin di atas lahan hutan lindung? Mengapa pondok jaga masyarakat kecil yang dihancurkan, sementara pemagaran seng di wilayah yang diduga hutan lindung tidak tersentuh hukum? Kami meminta keadilan yang merata tanpa tebang pilih,” tegas Abdul Rahim.

Melalui rilis ini, masyarakat Dusun III Desa Rugemuk menyampaikan harapan dan tuntutan terbuka kepada otoritas terkait:

Atensi Pemerintah Pusat:

Memohon kepada Presiden Republik Indonesia dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) untuk meninjau langsung kondisi penegakan hukum kehutanan dan tata ruang di wilayah Desa Rugemuk agar berjalan seadil-adilnya.

Evaluasi Kebijakan Daerah:

Berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat bertindak netral dan memberikan solusi yang berpihak pada keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Keterbukaan Informasi:

Meminta kejelasan mengenai aturan pemanfaatan ruang di kawasan yang disinyalir sebagai hutan lindung tersebut agar tidak menimbulkan konflik horizontal.

Warga menegaskan bahwa mereka menghormati hukum yang berlaku di Indonesia dan hanya menuntut hak keadilan yang setara sebagai warga negara demi menyambung hidup dengan damai.

Sementara itu ditempat terpisah Kasat Pol PP Deli Serdang melalui aplikasi pesan WhatsAp di nomor 0852-7084-2xxx ketika dihubungi untuk diminta tanggapannya sampai berita ini naik ke meja redaksi masih terlihat centang satu tidak dapat dihubungi.

(A.Nst)

Berita Terkait

Darurat Lingkungan di Solok Selatan: 40 Alat Berat Jarah Emas di Sepanjang Aliran Sungai Batang Hari
Polres Kuantan Singingi Tertibkan 23 Unit Rakit PETI di Empat Lokasi
Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kuansing Cek Dugaan Aktivitas PETI Jenis Stingkai di Desa Pulau Kopuang
Korban Penganiayaan di Padang Minta Kepastian Hukum, Kelanjutan Perkara Dipertanyakan
Polsek Kuantan Tengah Tertibkan dan Musnahkan 11 Unit PETI di Desa Kampung Baru Sentajo
Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan
KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk
Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 01:27

Darurat Lingkungan di Solok Selatan: 40 Alat Berat Jarah Emas di Sepanjang Aliran Sungai Batang Hari

Minggu, 25 Oktober 2026 - 14:50

Polres Kuantan Singingi Tertibkan 23 Unit Rakit PETI di Empat Lokasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 10:58

Tim Resmob Sat Reskrim Polres Kuansing Cek Dugaan Aktivitas PETI Jenis Stingkai di Desa Pulau Kopuang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:29

Polsek Kuantan Tengah Tertibkan dan Musnahkan 11 Unit PETI di Desa Kampung Baru Sentajo

Minggu, 25 Oktober 2026 - 07:26

Polsek Kuantan Mudik Tertibkan Aktivitas PETI di Desa Petapahan, Enam Mesin Lanting/Darat Dimusnahkan

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:37

KRYD Operasi Sarang Narkoba, Tim Elang Kuantan Ungkap Dugaan Peredaran Sabu di Beringin Taluk

Minggu, 25 Oktober 2026 - 04:04

Penguatan Advokasi Hukum Berkeadilan Jadi Fokus Musda I ARUN Sumbar

Minggu, 25 Oktober 2026 - 02:43

Suara Hati yang Belum Terdengar: Di Balik Ketegasan Regulasi PETI dan Jeritan Lambung Warga Miskin

Berita Terbaru