RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Kemacetan Juga Terjadi di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Warga Antre 6 Jam untuk Naik Kapal

- Penulis

Rabu, 18 Maret 2026 - 08:18

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banyuwangi //Tintapos.com// – Kemacetan tidak hanya terjadi di Pelabuhan Gilimanuk, Bali. Di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi juga terjadi hal serupa.

Masyarakat yang akan menyeberang ke Bali harus menunggu lebih dari 6 jam di area parkir pelabuhan,
Antrean juga sempat mengular hingga keluar pelabuhan.

Dika, 35 tahun, warga Surabaya, mengatakan, dirinya masuk ke area pelabuhan Ketapang sekitar pukul 06.00 WIB. Setelah melewati loket, kendaraannya nyaris tidak bergerak. Selama 6 jam, mobilnya hanya bergeser sekitar 50 meter saja.

“Sekitar jam 6 saya melewati loket, sampai jam segini masih belum bisa naik kapal,” kata pria yang akan pulang ke rumah keluarganya di wilayah Seminyak, Bali.

Dia mengaku tidak mengetahui penyebab terjadinya kemacetan di Pelabuhan Ketapang. Dika yang sudah sering bolak balik ke Bali mengaku baru kali ini ada antrean kendaraan saat mudik lebaran ataupun Hari Raya Nyepi.

Baca Juga:  Polres Muara Enim Tegaskan Komitmen, Dua Pelaku Narkoba Dijerat Permufakatan Jahat

“Bertahun-tahun tidak pernah terjadi, baru kali ini musim mudik Lebaran atau Nyepi terjadi kemacetan di Ketapang, biasanya yang macet di Gilimanuk mau ke Ketapang,” katanya.

Keluhan yang sama disampaikan Merry, warga Surabaya. Perempuan ini mengaku hendak berlibur ke Bali bersama keluarganya. Anaknya yang masih kecil juga ikut. Perempuan ini mengaku masuk Pelabuhan Ketapang sekitar pukul 05.30 WIB. Namun hingga pukul 12.00 WIB dirinya belum naik kapal.

“Mobil jalan gak sampai 5 meter sudah berhenti lagi, begitu terus,” katanya.(Tim)

Berita Terkait

Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil
Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai
Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:04

Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:40

Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo

Berita Terbaru