KABUPATEN BIMA
– //Tintapos.com
RABU, 12 AGUSTUS 2026
Pihak SMA Muhammadiyah Sape dan Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (BAPEKA-NTB) telah melakukan pertemuan klarifikasi bersama terkait dugaan penyimpangan penyaluran dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang sempat dilaporkan ke publik pada (20/07/2026).
Klarifikasi tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Sape, Aditia Syakban, S.Pd., serta dihadiri oleh pengurus Komite Sekolah dan perwakilan BAPEKA-NTB, Bapak Alimuddin selaku ketua Dpc.
Dalam pertemuan tersebut, Kepala Sekolah menegaskan bahwa penyaluran dan pencairan dana PIP dilaksanakan secara langsung dan mandiri oleh siswa penerima ke bank penyalur resmi. Pihak sekolah tidak melakukan intervensi apa pun, dan seluruh nominal dana diterima secara utuh oleh siswa sesuai besaran bantuan yang ditetapkan pemerintah.
Setelah mendengar penjelasan serta memverifikasi informasi yang ada, perwakilan BAPEKA-NTB menyatakan bahwa hal-hal yang sebelumnya dilaporkan terkait dugaan pemotongan dana maupun ketidakwajaran jumlah penerima ternyata tidak benar. Faktanya, seluruh dana bantuan telah diterima secara utuh oleh siswa yang berhak tanpa ada potongan sepeser pun.
“Kami telah melakukan klarifikasi bersama Kepala Sekolah dan pihak Komite. Hasilnya, apa yang sempat dilaporkan ternyata tidak sesuai kenyataan. Dana PIP diterima langsung oleh siswa dan tidak ada pemotongan apa pun,” tegas Bapak Alimuddin mewakili BAPEKA-NTB.
Dengan demikian, kedua belah pihak sepakat meluruskan informasi yang beredar agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat maupun di kalangan orang tua siswa. Sekolah tetap berkomitmen menjaga transparansi dan kepatuhan terhadap seluruh aturan penyaluran bantuan pemerintah.
Red.




















