KOTA BIMA
–//Tintapos.com//
KAMIS, 27 AGUSTUS 2026
Terkait postingan yang beredar luas di media sosial Facebook, Fildan Azzaky menyampaikan klarifikasi guna meluruskan pemahaman publik yang selama ini tertukar dan bercampur aduk. Isu yang memanas beberapa hari ini terkait dua akun yang dianggap berlebihan dan mengeluarkan ucapan tidak senonoh ternyata tidak berkaitan langsung dengan persoalan Ibu ICo sebagaimana yang banyak disimpulkan netizen.
Publik selama ini menganggap akun Facebook Maesaroh Maesarah terlibat dalam persoalan yang sama dengan kasus Ibu ICo. Padahal kenyataannya tidak sepahit dan tidak sehubungan apa yang diduga selama ini. Ucapan-ucapan yang dinilai melampaui batas etika ternyata berakar pada persoalan lain yang dialami pemilik akun tersebut.
Salah satu ucapan yang menjadi sorotan “siapa yang ingin membayar anak dari hasil para penipu tersebut” — ternyata lahir dari luka dan kekecewaan mendalam. Maesaroh adalah korban penipuan. Ia pernah memohon bantuan uang dengan alasan ingin melahirkan, namun ternyata hal itu adalah modus penipuan yang dilakukan terhadap dirinya.
Ironisnya, pelaku penipuan tersebut tidak hanya menipu satu orang, melainkan banyak orang. Bahkan sasaran utamanya adalah para Tenaga Kerja Wanita (TKW). Modusnya berulang: meminjam uang dengan berbagai alasan mendesak, dan ketika tidak berhasil, pelaku bahkan berani melanggar batas etika dan kesusilaan.
Dalam salah satu kasus, pelaku berusaha meminjam uang kepada seorang TKW. Ketika ditolak dengan alasan uang sudah dikirim ke suami, pelaku justru meminta nomor suami TKW tersebut. Bahkan lebih jauh lagi ,pelaku berani mengajak TKW tersebut berselingkuh.
Perlakuan tidak benar dan berulang ini yang kemudian memicu emosi Maesaroh sehingga meluapkan kekesalan dalam bentuk ucapan yang dinilai berlebihan. Kekecewaan terhadap penipuan yang dialaminya dan melihat banyak orang lain juga menjadi korban membuatnya tidak mampu lagi menahan amarah.
Fildan Azzaky menegaskan: persoalan yang melibatkan akun Maesaroh Maesarah ini adalah kasus terpisah, tidak berkaitan langsung dengan Ibu ICo. Publik tertukar karena muncul di waktu yang berdekatan dan melibatkan ucapan yang sama-sama dinilai tidak sopan, padahal akar masalahnya berbeda dan pelakunya pun bukan pihak yang selama ini disangka.
“Kami ingin meluruskan agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang merugikan pihak tidak bersalah. Maesaroh berbicara berdasarkan apa yang di ucapkan penipu serta luka akibat ditipu, bukan menyerang pihak lain yang tidak terkait. Semoga klarifikasi ini menjadi pencerahan bagi semua,” ujar Fildan Azzaky.
TINTA POS menegaskan ini adalah klarifikasi dari pemilik akun Facebook Fildan Azzaky. Kami membuka ruang tanggapan berbagai pihak, pihak yang dituduhkan menipu, maupun pihak Ibu ICo jika ingin menyampaikan pandangan dan klarifikasi masing-masing demi keberimbangan informasi, Persoalan yang sebenarnya sangat terbuka dan bisa dipertanggung jawabkan oleh fildan Azzaky.
Red.




















