RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dody Fitrawan, S.A.P,. M.M Plt. Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Kabupaten Kuantan Singingi

Terpisah oleh Jalan dan Waktu, Namun Cinta Ini Menanti Pertemuan di Kehidupan Berikutnya

- Penulis

Jumat, 20 Maret 2026 - 12:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bim,NTb //TintaPos.Com// – Jumat,20 Maret 2026- Di halaman-halaman diari kehidupan seseorang yang tersimpan rapi, terukir sebuah cerita cinta yang begitu dalam, penuh dengan kenangan manis, harapan yang tak pernah padam, dan juga kesadaran akan alasan di balik perpisahan yang menyakitkan namun harus diterima. Cerita ini bukan sekadar catatan perjalanan dua jiwa yang pernah bersatu, melainkan bukti bahwa cinta yang tulus bisa tetap abadi di dalam hati, meski takdir memisahkan mereka di dunia nyata.

Setiap tawa yang dibagi, setiap detik kebersamaan yang dilalui, dan setiap momen kecil yang pernah mereka rasakan bersama, semuanya menjadi kenangan terindah yang terukir begitu jelas di ingatan. “Masa lalu yang kita lalui, setiap tawa dan setiap detik kebersamaan, itu adalah kenangan terindah yang takkan pernah pudar dari ingatanku,” tulisnya dengan penuh perasaan dalam diari tersebut. Bagi dirinya, setiap momen itu adalah harta yang tak ternilai, yang akan selalu ia simpan di sudut hatinya yang paling dalam, takkan pernah hilang meski waktu terus berjalan dan membawa mereka ke arah yang berbeda.

Meski kini mereka berjalan di jalan yang terpisah, jauh dari satu sama lain, harapan untuk bersatu kembali di kehidupan berikutnya tetap menyala di dalam hatinya. “Aku masih berharap, di kehidupan berikutnya, kita bisa bersatu kembali—karena rasa cinta ini tetap ada, takkan pernah hilang meski waktu berlalu,” tambahnya dengan tulus. Baginya, cinta yang ia rasakan tidak pernah mengenal batas waktu atau ruang; ia tetap ada, tetap tumbuh, dan tetap menjadi bagian dari dirinya, sekuat dulu, bahkan mungkin lebih kuat meski kini harus terpisah.

Namun, di balik kenangan indah dan harapan yang mendalam itu, ada juga kesadaran yang pahit namun harus diakui tentang alasan di balik perpisahan mereka. Bukan hanya egoisme yang mungkin tidak disadari oleh pasangannya yang membuat jalan mereka terpisah, tetapi juga perbedaan yang mendasar dalam jalan pencaharian dan cara menjalani hidup sehari-hari.

“Sehari-hariku adalah pencari fakta dan kebenaran, sedangkan keseharianmu memiliki batas dan waktu. Inilah penyebabnya,” tulisnya, mengungkapkan perbedaan yang menjadi salah satu faktor utama yang memisahkan mereka. Baginya, hidup adalah sebuah perjalanan panjang untuk mencari kebenaran, menggali fakta, dan memahami makna dari segala sesuatu tanpa batasan waktu yang ketat. Sementara itu, pasangannya menjalani hidup dengan ritme yang berbeda, di mana setiap hari memiliki batasan, jadwal, dan waktu yang harus dipatuhi. Perbedaan dalam cara memandang dan menjalani hidup ini, yang mungkin terlihat sepele pada awalnya, ternyata menciptakan jarak yang semakin lebar di antara mereka, membuat mereka sulit untuk saling memahami dan berjalan beriringan.

Baca Juga:  "Menyucikan Hati, Menjalin Ukhuwah: Makan Bersama Sambut Ramadhan" TPQ NURUL YAQIN PULAU BUSUK JAYA

Ia pun mengingatkan pesan yang mungkin belum tersampaikan dengan jelas sebelumnya: “Mungkin kamu tak sadari, bahwa untuk menjadi bahagia itu bukan karena bertatap muka, tetapi rasa saling menjaga.” Baginya, kebahagiaan dalam cinta bukanlah sekadar kehadiran fisik yang selalu terlihat setiap hari, bukan sekadar bertatap muka dan berbagi waktu secara langsung. Kebahagiaan yang sejati tumbuh dari rasa saling menjaga—menjaga hati, menjaga perasaan, menjaga kepercayaan yang telah dibangun dengan susah payah. Ia juga tumbuh dari saling menghargai perbedaan, menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain, dan dari saling mengerti, bahkan ketika kata-kata tak lagi perlu diucapkan.

Meski kini mereka terpisah, berjalan di jalan pencaharian yang berbeda, dan menjalani hidup dengan ritme yang tak lagi sama, kenangan tentang orang yang dicintai akan selalu menjadi bagian terindah dari hidupnya. Cerita ini menjadi bukti bahwa cinta yang tulus tidak pernah mengenal batas waktu, dan meski berakhir dengan perpisahan, ia tetap menjadi salah satu hal terindah yang pernah terjadi dalam perjalanan hidup seseorang. Dan meski kini tak lagi bisa berbagi cerita dan tawa seperti dulu, doa dan harapan baik akan selalu menyertai pasangannya, berharap ia bisa menemukan kebahagiaan yang sejati—kebahagiaan yang tumbuh dari rasa saling menjaga, menghargai, dan mengerti, seperti yang seharusnya ada dalam setiap cinta yang tulus.
Red .
(Adim Kaperwil NTB)
 

Berita Terkait

LPPK-NTB AKSI DI BRI CABANG BIMA: TOLAK PRAKTIK ASURANSI YANG TAK BERDASAR HUKUM DAN MERUGIKAN MASYARAKAT ,HANYA MENGUNTUNGKAN BANK
SEKJEN DPP BAPEKA NTB: KASUS KURANG CATAT KAS PUSKESMAS SAPE, PEMERINTAH DIMINTA TINDAK TEGAS JABATAN KEPALA PUSKESMAS
BAPEKA NTB AJUKAN RDP KE DPRD BIMA: DESAK KEJELASAN GANTI RUGI LAHAN WARGA UNTUK KEPENTINGAN UMUM
HUT ke-58 BPJS Kesehatan:Menjaga Harapan Melalui Gotong Royong untuk Sehat Bersama
DIREKTUR EKSEKUTIF LPPK NTB RENCANA AKSI UNJUK RASA DI BRI CABANG BIMA: DUGA PENGGELAPAN DANA HINGGA HANGUSNYA ASURANSI
PERNYATAAN LSM SENIOR IWAN KURNIAWAN: DISKRIMINASI DI SDN 61 KARARA NYATA, ATURAN TIDAK MEMBEDAKAN P3K DAN ASN!
Masjid Al-Gamamah Mande 2 Terima Bantuan 171 Sak Semen dari BPJS Kesehatan Cabang Bima,Wujud Program Kemanusiaan, Atas Usulan LPPK-NTB
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 13:03

Aktivitas PETI Menggunakan Alat Berat di Kelurahan Muara Lembu, diduga Milik Rauf Tak Tersentu Hukum, APH Diminta Tindak Tegas..

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:31

Saat Audensi,Dinas Dikpora Bima Dituduh Hindari Tanggung Jawab: Berlindung di Balik Aturan yang Belum Sah untuk Program Revitalisasi Sekolah

Senin, 20 Juli 2026 - 23:02

Sengketa Bantuan Pendidikan SMPN 8 Lambu TA 2026: Dinas Dikbudpora Bima Tegaskan Prosedur, BAPEKA-NTB Sorot Potensi Penyimpangan

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:40

Membongkar Skandal Pajak ‘Siluman’ BPKAD Kota Bima: Diduga Jadi Modus Amankan Mafia Tanah Reklamasi Amahami!.p

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:57

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:38

Pengurus Pusat UAR Tegaskan Pembentukan Satgas Nasional Penanggulangan Bencana Kekeringan

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:18

Direktur Adomart Yudi Siswanto Resmikan Cabang Ketiga di Jati, Perluas Layanan untuk Masyarakat Kota Padang

Jumat, 17 Juli 2026 - 09:17

Residivis Curanmor Ditangkap, Polda Sumsel Bongkar Penipuan Digital Berkedok Bhayangkara Run 2026

Berita Terbaru

Berita

Sabtu, 18 Jul 2026 - 16:57