RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Dari Pencegahan Hingga Konservasi: Ditpolairud Polda Sulut Dekatkan Diri pada Nelayan Demi Kelestarian Bahari

- Penulis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 08:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sulawesi Utara-//Tintapos.com//-Menjaga keselamatan jiwa sekaligus melestarikan kekayaan bahari menjadi dua fokus utama yang terus digencarkan Kepolisian Daerah Sulawesi Utara melalui Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud). Pada Jumat (26/06/2026), Kepala Seksi Pembinaan Masyarakat Perairan (Kasi Binmas Air) Ditpolairud Polda Sulut, AKP Thalib, bersama timnya turun langsung ke Desa Ratatotok Timur, Kabupaten Minahasa Tenggara, melaksanakan kegiatan pembinaan dan penyuluhan bagi masyarakat nelayan.

Kegiatan yang diikuti oleh 35 peserta ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran kepolisian tidak hanya terbatas pada penindakan saat terjadi pelanggaran, melainkan juga aktif melakukan pencegahan dan pembinaan sejak dini.

Dalam penyampaian materinya, AKP Thalib menekankan tiga pilar utama keselamatan melaut yang wajib diterapkan: penggunaan alat pelampung diri secara konsisten, memeriksa kelayakan kapal sebelum berlayar, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang sering kali berubah-ubah secara tiba-tiba di wilayah pesisir tersebut. “Kesadaran diri adalah benteng pertama agar kita bisa pulang dengan selamat ke keluarga,” ujarnya.

Selain keselamatan, penyuluhan juga menyoroti aspek hukum dan lingkungan. Tim Binmas Air secara tegas melarang penggunaan bahan peledak, racun, maupun zat kimia berbahaya seperti potasium dalam menangkap ikan. Praktik tersebut tidak hanya melanggar peraturan perundang-undangan, tetapi juga merusak terumbu karang dan ekosistem laut yang menjadi sumber rezeki jangka panjang.

“Menangkap ikan dengan cara merusak sama saja menghancurkan rumah tempat kita mencari nafkah. Ini bukan hanya soal denda atau hukuman, tapi soal menjaga kelangsungan hidup anak cucu kita nanti,” tegas AKP Thalib.

Baca Juga:  Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Soroti Tumpukan Sampah di Tepi Jalan Poros Banyuwangi.

Materi juga mencakup perlindungan satwa laut yang dilindungi undang-undang, khususnya enam jenis penyu:

Penyu Belimbing, Penyu Tempayan, Penyu Lekang, Penyu Pipih, Penyu Sisik, dan Penyu Hijau. Nelayan diajak untuk menjadi mitra penjaga alam, dengan tidak menangkap maupun mengganggu habitat penyu, serta melaporkan jika menemukan hewan tersebut dalam keadaan terluka atau terjebak jaring.

Sementara itu, Direktur Polisi Perairan dan Udara Polda Sulut, Kombes Pol Bayuaji Yudha Prajas, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran yang telah melaksanakan kegiatan pembinaan ini dengan penuh tanggung jawab.

“Kami mengapresiasi kerja keras dan dedikasi anggota yang terus mendekatkan diri kepada masyarakat pesisir. Langkah ini adalah wujud nyata semangat Polri Presisi yang hadir melindungi, mengayomi, dan melayani,” ujar Kombes Bayuaji.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan meluas ke seluruh wilayah pesisir dan kepulauan di Sulawesi Utara. “Semoga sinergi yang terjalin antara Polri dan masyarakat nelayan semakin kuat. Semoga kesadaran akan keselamatan berlayar dan kelestarian ekosistem laut tumbuh menjadi budaya bersama, sehingga laut kita tetap aman, kaya, dan lestari untuk generasi mendatang,” pungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sumber daya bahari tidak bisa dilakukan sendirian, melainkan membutuhkan kolaborasi erat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat sebagai pemangku kepentingan utama.
Red .

Berita Terkait

ALIANSI MASYARAKAT BERSATU KOTA & KABUPATEN BIMA AKAN GELAR AKSI DAMAI: TOLAK RENTENIR ILEGAL, TEGAKKAN KEADILAN & LINDUNGI MARTABAT WARGA
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Buntut Pasca-Sidak, LATSKAR Kunci Bukti Korupsi Serasuba Tantang Kajari Bima Buka Gelar Perkara & Penetapan Tersangka Terbuka
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:28

Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:32

RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:56

WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:55

Kunjungi Posko Karhutla 04 Sako, Kapolres Banyuasin Beri Dukungan dan Apresiasi kepada Petugas

Kamis, 27 Agustus 2026 - 14:50

Pangdam XIX Tuanku Tambusai Tinjau Jembatan Perintis Garuda, Perkuat Akses Warga Rohil

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:44

Kaposek Kuantan Hilir Lakukan Restorative Justice (RJ) Kedua Belah Pihak Sepakat Berdamai

Kamis, 27 Agustus 2026 - 05:04

Aktivitas PETI Merajalela, Kapolres Pasaman Barat Masih Diam Saat Dikonfirmasi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 04:40

Ikhtiar Hadapi Kemarau dan Ancaman Karhutla, Polda Sumsel Gelar Sholat Istisqo

Berita Terbaru