Kota bima,NTB
–Tintapos.com –
Kamis,27 Agustus 2026
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Demokrat, Abdul Rauf ST, MM, menggelar kegiatan sosialisasi dua rancangan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi NTB yang menjadi prioritas pembahasan dewan. Kegiatan berlangsung di Kediaman pribadinya, Tambora Home Stai, Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima.
Sosialisasi ini difokuskan pada dua rancangan Perda: pertama, Rancangan Perda tentang Pencegahan dan Penanggulangan Terhadap Pinjaman atau Pendanaan Berbasis Teknologi Informasi Ilegal dan Judi Online; dan kedua, Rancangan Perda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Kegiatan ini dihadiri oleh para tokoh pemuda, pengurus Karang Taruna, Ketua RT dan RW, serta masyarakat setempat. Bahkan hadir pula para pemuda dari Kabupaten Bima yang turut memberikan dukungan dan menyatakan partisipasinya penuh untuk mendukung kegiatan-kegiatan positif yang digagas.
Dalam sambutannya, Abdul Rauf ST, MM, menegaskan bahwa inisiatif sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen Fraksi Partai Demokrat untuk menyerap aspirasi rakyat secara langsung, serta membawa suara masyarakat ke ruang sidang dewan di Mataram.
“Pinjaman online ilegal dan judi online kini sudah merambah ke berbagai lapisan masyarakat, merusak ekonomi keluarga, membebani warga dengan bunga yang tidak masuk akal, bahkan menimbulkan tekanan psikologis hingga kekerasan penagihan. Melalui Perda ini, kami ingin memberikan landasan hukum yang kuat bagi pemerintah daerah untuk bertindak cepat, melibatkan masyarakat, dan membentuk sistem pencegahan sejak dini,” ujar Abdul Rauf di hadapan warga.
Ia juga menekankan bahwa rancangan Perda tersebut tidak hanya berisi larangan, tetapi juga mekanisme pelaporan yang mudah, perlindungan bagi korban, serta kerja sama lintas instansi antara kepolisian, dinas terkait, dan penyelenggara jasa internet untuk memutus rantai akses.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul Rauf juga mengumumkan rencana kegiatan hiburan dan pelestarian tradisi positif: Turnamen Gaple Antar Desa dan Antar Kecamatan se-Kabupaten dan Kota Bima, yang akan digelar dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026.
“Kami ingin mengarahkan semangat masyarakat, khususnya pemuda, ke kegiatan yang sehat, bersahabat, dan melestarikan budaya lokal — bukan terjebak dalam judi online yang merugikan. Turnamen Gaple ini kami rancang sebagai wadah silaturahmi, mempererat persaudaraan antar desa dan kecamatan, sekaligus merayakan kemerdekaan negara kita yang ke-81 dengan cara yang khas Bima dan penuh kebersamaan,” jelas Abdul Rauf disambut antusiasme tinggi dari seluruh peserta.
Menyikapi hal tersebut, Bung Rustam, salah satu tokoh Parado yang hadir dari Kabupaten Bima, menyampaikan apresiasi dan dukungannya.
“Kegiatan sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, yang saat ini perlahan telah digerogoti oleh judi online. Banyak generasi muda yang masa depannya hancur lantaran kecanduan judi online. Oleh karena itu, kami para pemuda dari Kabupaten Bima hadir di sini untuk memberikan dukungan sekaligus menyatakan partisipasi penuh bagi kegiatan-kegiatan positif seperti ini, termasuk rencana Turnamen Gaple nanti, sebagai alternatif yang sehat dan membangun,” ujar Bung Rustam.
“Bung Rustam menyampaikan harapan agar sosialisasi serupa terus dilakukan hingga ke tingkat dusun dan lingkungan, agar seluruh lapisan masyarakat memahami bahaya praktik berbasis teknologi ilegal serta hak-hak dan dukungan yang akan diberikan bagi para petani. Terkait turnamen gaple, warga berharap kegiatan tersebut dapat berjalan merata dan melibatkan seluruh wilayah di Kabupaten maupun Kota Bima.
Abdul Rauf menambahkan bahwa masukan yang diperoleh dari sosialisasi di Kelurahan Penaraga ini akan menjadi bahan penting untuk memperkaya pembahasan rancangan Perda di tingkat komisi dan sidang paripurna DPR Provinsi NTB, mewakili aspirasi Fraksi Partai Demokrat.
“Kami ingin Perda lahir dari aspirasi masyarakat, bukan dari ruangan saja. Keluhan, saran, dan harapan yang disampaikan warga di sini akan kami bawa ke Mataram sebagai bukti bahwa ini adalah kebutuhan nyata masyarakat Bima dan seluruh NTB. Semangat yang sama juga kami salurkan melalui Turnamen Gaple ini — untuk membangun kebersamaan, menjauhkan dari kebiasaan buruk, dan merayakan kemerdekaan kita yang ke-81 Tahun 2026 dengan hati yang gembira,” pungkas Abdul Rauf.
Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan dialog terbuka di mana warga secara aktif mengajukan pertanyaan, berbagi pengalaman terkait pinjaman online ilegal, menyampaikan harapan bagi penguatan sektor pertanian, serta mendiskusikan persiapan dan pelaksanaan Turnamen Gaple memperingati HUT RI ke-81 tersebut.
Red.



















