Senin Depan, BAPEKA-NTB Layangkan Somasi ke SMAN 1 Sanggar Terkait Proyek Revitalisasi Rp1,6 Miliar

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:00

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BIMA-//Tintapos.com//- Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (DPP BAPEKA-NTB) menjadwalkan akan resmi melayangkan surat somasi atau teguran hukum pada Senin, 13 Juli 2026. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Sekolah dan Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) SMAN 1 Sanggar, Kabupaten Bima.

Langkah ini diambil menyusul temuan dugaan pelanggaran prosedur pelaksanaan proyek “Bantuan Pemerintah Program Revitalisasi Sekolah Menengah Atas” Tahun Anggaran 2026. Proyek ini bersumber dari dana APBN dengan total nilai mencapai Rp1.637.282.000.

Berdasarkan aturan Petunjuk Teknis Kemendikdasmen serta Peraturan LKPP Nomor 3 Tahun 2021, proyek ini wajib dilaksanakan dengan skema Swakelola Tipe IV. Skema ini mewajibkan keterlibatan aktif masyarakat setempat—baik dalam penyerapan tenaga kerja tukang maupun pembelian bahan bangunan dari pelaku usaha lokal—untuk mendorong perputaran ekonomi warga Desa Sandue dan sekitarnya.

Namun hasil investigasi lapangan pada 9 Juli 2026 menunjukkan sebaliknya: pelaksanaan fisik proyek diduga hanya melibatkan tenaga dari lingkungan sekolah saja, sama sekali tidak melibatkan warga sekitar. Tindakan ini dinilai berpotensi merupakan pelimpahan pekerjaan secara sepihak kepada pihak ketiga atau kontraktor bayangan, yang merupakan pelanggaran berat mandat aturan.

“Anggaran negara sebesar ini bukan hanya untuk memperbaiki gedung sekolah, tapi juga punya misi memberdayakan ekonomi warga sekitar. Jika ditutup rapat dan hanya diurus kalangan terbatas, jelas ini mencederai tujuan swakelola dan merugikan hak masyarakat,” ujar Ketua Umum DPP BAPEKA-NTB, Tasrif Abdulatif, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/7/2026).

Baca Juga:  DIRGAHAYU HUT RI KE-81: GAPENSI KOTA BIMA AJAK ISI KEMERDEKAAN DENGAN KARYA NYATA YANG BERKAH BAGI RAKYAT  

Tasrif menegaskan, pihaknya tidak akan diam jika aturan main dilanggar dan hak warga diabaikan. “Kami berikan waktu 3 x 24 jam setelah surat diterima untuk perbaikan. Jika tidak ada tanggapan yang memuaskan, langkah hukum selanjutnya sudah kami siapkan,” tambahnya.

Dalam surat somasi yang akan diserahkan Senin nanti, BAPEKA-NTB menuntut pihak sekolah dan panitia P2SP untuk segera menghentikan sementara seluruh aktivitas pekerjaan fisik proyek, membuka forum komunikasi publik yang difasilitasi Pemerintah Desa Sandue untuk merestrukturisasi pelibatan pekerja lokal, serta mentransparansikan pengadaan material dengan mengutamakan toko bangunan di wilayah Kecamatan Sanggar.

Apabila teguran ini diabaikan, BAPEKA-NTB menegaskan akan melaporkan dugaan maladministrasi ke Kemendikdasmen RI, pelanggaran ke Ombudsman NTB, serta akan segera melakukan aksi pengawalan bersama warga Desa Sandue untuk menuntut kepatuhan terhadap aturan dan keadilan ekonomi bagi masyarakat setempat. Surat somasi juga akan ditembuskan ke instansi terkait mulai dari Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Dinas Pendidikan Kabupaten Bima, Camat Sanggar, hingga Kepala Desa Sandue.

Red.

Berita Terkait

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah
Kejanggalan Proyek di Matakando: Lokasi Berubah, Lurah Tak Tahu, Kabid PUPR: “Sudah Usulan Warga”
Pererat Silaturahmi dan Serap Aspirasi Warga, Kapolsek Kuantan Hilir Gelar Kegiatan Kumpul Bersama Masyarakat
Peringati HUT ke-75 Humas Polri, Bidhumas Polda Sumsel Perkuat Kepedulian Sosial
Polisi Bersama Masyarakat, Wakapolda Sumsel Gelar Minggu Kasih di Gereja Immanuel
DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG
Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik
WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:00

Genset Mini, Rampok Miliaran: Mega Proyek RSUD, DAK 170 Miliar Di duga Seret Petinggi Daerah

Minggu, 18 Oktober 2026 - 03:27

DIDUGA PEMOTONGAN DANA P3-TGAI 2026 DI BIMA-DOMPU, LP2SDA SIAP LAPORKAN KE KEJAKSAAN AGUNG

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 05:31

Muklisin Dorong Sekolah Rakyat Jadi Jalan Anak Kuansing Raih Masa Depan Lebih Baik

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:29

WALAU TAK SEBESAR HARAPAN, TAPI PENUH KETULUSAN — BPJS KESEHATAN BIMA SALURKAN BANTUAN PEMUGARAN MUSHOLLAH RIADU SHOALIHIN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:50

BAPEKA-NTB BUKA KAIN KAFAN ASET NEGARA YANG HILANG DI BIMA — MAHKAMAH AGUNG & KEJATI DIY SIAP TINDAK

Kamis, 15 Oktober 2026 - 11:29

BAPEMPERDA DPRD KOTA BIMA GELAR RAPAT KERJA, BAHAS RAPERDA PRAKARSA DPRD TENTANG KETERTIBAN UMUM DAN KETENTERAMAN MASYARAKAT

Senin, 12 Oktober 2026 - 05:53

Aroma Korupsi Pengadaan Genset Rp.4,8 Miliar RSUD Kota bima: Aktifis Laporkan ke Kejari Bima.

Jumat, 9 Oktober 2026 - 09:24

SKANDAL RSUD KOTA BIMA: Pengadaan Genset 4,8 Miliar Diduga “MARK’ UP” Dan Libatkan Perusahaan cangkang.!!

Berita Terbaru