RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

SEJARAH TERULANG: SEPERTI BANJIR MASA NUH, NEPAL DILANDA AIR DAHSYAT SETELAH MENINDAS UMAT ISLAM DAN MERUSAK MASJID

- Penulis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 05:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOTA BIMA

//Tintapos.com//

JUMAT, 28 AGUSTUS 2026

Sejarah sering kali mengulang dirinya, dan peringatan Allah datang dalam bentuk yang sama namun di negeri yang berbeda. Bencana banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah Rasuwa, Nepal, pada Rabu, 26 Agustus 2026, menjadi bukti nyata bahwa hukum Allah tidak berubah — ketika kezaliman merajalela, rumah-Nya dirusak, dan hamba-Nya dianiaya, peringatan bisa datang dari arah yang tidak disangka, dengan kekuatan yang tidak bisa ditahan oleh siapa pun.

Pada zaman Nabi Nuh, kejahatan dan kemaksiatan sudah menutupi seluruh muka bumi. Manusia tidak hanya menyembah berhala, tetapi juga menindas sesama, menyakiti orang lemah, dan menolak kebenaran. Nabi Nuh berdakwah ratusan tahun, namun kaumnya tidak hanya menolak — mereka juga menghina, menyakiti, dan menindas orang-orang yang beriman. Ketika kezaliman sudah tidak ada lagi yang mampu menghentikannya, Allah memerintahkan Nabi Nuh membangun bahtera. Kemudian pintu langit dibuka, mata air bumi memancar, dan air datang menenggelamkan kaum yang melampaui batas. Banjir itu datang bukan tanpa alasan — ia datang karena kezaliman tidak dihentikan, kebenaran ditindas, dan orang beriman disakiti.

Persis seperti pola yang terulang kembali, sebelum bencana melanda Nepal, negeri itu dilanda gelombang kebencian yang memilukan. Masjid-masjid diruntuhkan menggunakan alat berat, Al-Qur’an dibakar di tempat umum, dan kaum Muslim diusir secara paksa dari negeri tempat mereka lahir, tumbuh, dan beribadah. Rumah tempat nama Allah disembah dirusak, hamba-Nya dianiaya, dan kebencian dibiarkan merajalela tanpa dihentikan. Tindakan ini memicu keprihatinan luas di kalangan masyarakat dunia, namun sedikit yang menyangka bahwa peringatan Allah akan datang begitu cepat dan begitu dahsyat.

Pada tanggal 26 Agustus 2026, bencana besar melanda. Bongkahan es dan batu raksasa terlepas dari ketinggian sekitar 5.200 meter di Pegunungan Himalaya, longsor ke dasar lembah, lalu menumpuk dan membendung aliran Sungai Lhende. Bendungan alami itu kemudian jebol secara tiba-tiba, melepaskan volume air yang sangat besar sekaligus bercampur lumpur dan material berat. Air deras menerjang lembah dan kawasan Sungai Bhote Koshi dengan kekuatan luar biasa, menghanyutkan rumah, meruntuhkan bangunan, memutus jalan, dan merenggut nyawa ratusan orang. Getaran runtuhnya gletser itu bahkan terasa seperti gempa berkekuatan magnitudo 4,4 hingga 5,2.

Baca Juga:  Polres Pasaman Barat Menggelar Penanaman Jagung Serentak Kuartal III di Lahan Perhutanan Sosial

Air datang begitu besar dan begitu cepat, seolah tidak ada benteng, tidak ada tembok, dan tidak ada kekuatan manusia yang mampu menahannya. Sama seperti pada zaman Nuh — air datang dari atas dan dari bawah, menutupi segala yang ada di bumi, tidak memandang siapa yang dilaluinya.

Keterkaitan makna antara dua peristiwa ini sangat jelas: pada masa Nuh, kezaliman terhadap orang beriman diikuti banjir. Di Nepal, setelah rumah Allah dibakar, Al-Qur’an dihina, dan hamba-Nya diusir, air datang dari puncak gunung tertinggi di bumi sebagai peringatan bahwa Allah tidak tidur dan tidak lalai.

Yang menjadi tanda kebesaran Allah adalah bahwa kaum Muslim yang diusir justru terselamatkan dari bencana seolah Allah memindahkan mereka dari tempat yang akan dihukum, menyelamatkan hamba-Nya dari kebinasaan. Mereka diusir dengan hina, namun Allah menyelamatkan mereka dari air yang menenggelamkan. Inilah pembelaan Allah yang sering datang dengan cara yang tidak disangka manusia.

Allah Maha Adil manusia sendirilah yang melampaui batas. Ketika manusia merusak tempat di mana nama-Nya disebut, menganiaya orang yang beriman, dan mengusir hamba-Nya hanya karena keyakinan mereka, maka peringatan-Nya bisa datang dari arah yang tidak disangka dari langit, dari bumi, atau dari puncak gunung yang runtuh. Tidak ada kekuatan manusia yang mampu menahan air ketika Allah memerintahkannya datang, sama seperti tidak ada kekuatan manusia yang mampu melindungi pelaku kezaliman dari pembalasan-Nya.

Red.

Berita Terkait

JEJAK DIGITAL TERBONGKAR: MELVA PARDEDE DIDUGA BUKAN OJOL ASLI, MELAINKAN AKTOR LAPANGAN POLITIK
Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri
Lewat 22 60 Hari, NasPol NTB Desak APH Usut Kelebihan Bayar Belanja ATK Rp. 481 Juta di Pemkab Bima
SELAMAT HUT RI KE-81: KEPALA SMAS MUHAMMADIYAH SAPE PANGGIL SEMANGAT KEMERDEKAAN MELALUI PENDIDIKAN BERKARAKTER DAN BERKUALITAS
DIRGAHAYU RI KE-81: KEPALA DINAS PERHUBUNGAN NTB AJAK JADIKAN KEMERDEKAAN PEMACU KEMAJUAN LAYANAN TRANSPORTASI
MOMEN BERSEJARAH: KADIS LINGKUNGAN HIDUP KOTA BIMA JABAT INSPEKTUR UPACARA HUT RI KE-81 DI TPA OIMBO
REFLEKSI MERDEKA: Aksi Moral di Hari Proklamasi, Menggugat Gurita Korupsi di Atas Tanah Suci Cagar Budaya Serasuba.
BARA NTB SOROT MANAJEMEN PLN NTB: DARI K3 ABAI HINGGA DUGAAN KETIDAK TRANSPARANSI CSR, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR DAN JADWALKAN AKSI DEMO
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:22

KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57

Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:36

KSATRIA MUDA MERAH PUTIH KOTA BIMA AKBAR INVALIDE BANGUN GERAKAN BERSAMA KELUARGA KORBAN — DESAK CV. GARUDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS BURUH HARIAN CACAT PERMANEN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04

Akbar Invalide Kritik Keras Kinerja Kejari Bima, Soal Sera Suba Dinilai Jalan di Tempat.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:57

KABAG PBJ KOTA BIMA IRWANSYAH, MAP BUKA SUARA TEGAS: SAYA TIDAK BERWENANG MENGUBAH DPA MAUPUN PANGKAS ANGGARAN — PROYEK RSUD PROSES PENGADAAN CACAT KARENA RUP TIDAK SESUAI DPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:47

BAPEKA-NTB HADIR DI RDP DPRD KOTA BIMA, SELURUH ANGGOTA KOMISI I HADIR — JANJI EVALUASI & SIAP KELUARKAN REKOMENDASI PENGHENTIAN SEMENTARA, DESAK DPRD LAPORKAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN ASET DAN PELANGGARAN ATURAN CSR

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13

BARA NTB GELAR AKSI SOROTI BOBROKNYA MANAJEMEN PT PLN NUSA DAYA NTB, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR HINGGA EVALUASI TOTAL SISTEM KERJA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:26

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana: Transparansi dan Integritas Harus Dikawal

Berita Terbaru