Kota Bima–//Tintapos.com//-Rabu,5 Agustus 2026- Kedatangan Kepala Kejaksaan Negeri Bima yang baru, Andi Rio Rahmatu, disambut dengan harapan besar sekaligus pertanyaan tajam dari elemen pengawas sosial di daerah ini. Selama bertahun-tahun, masyarakat Bima terus menanti perubahan nyata dalam penanganan kasus-kasus besar yang menyangkut harta dan hak rakyat.
Hal itu disampaikan secara tegas dan lugas oleh Adim, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah Nusa Tenggara Barat (BAPEKA-NTB) dalam pernyataan pers yang disampaikan hari ini menyambut amanah baru tersebut.
“Selamat datang dan selamat memegang amanah mulia di Kejaksaan Negeri Bima. Kami doakan semoga Bapak Andi Rio Rahmatu benar-benar mampu mencatatkan prestasi yang baik, persis seperti jejak para pendahulu Bapak selama ini. Namun izinkan kami menyampaikan apa yang menjadi kenyataan pahit yang selama ini kami saksikan dan rasakan bersama,” ujar Adim membuka pernyataannya.
FAKTA NYATA YANG TAK BISA DIPUNGKIRI: SAMPAI HARI INI BELUM ADA SATU PUN KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI YANG SELESAI DITUNTASKAN SAMPAI TUNTAS. Di daerah Bima ini kasusnya justru sangat banyak sekali, menyebar dari berbagai sektor pembangunan hingga pelayanan masyarakat. Jujur saja, kalau dilihat nilainya untuk “nabung bekal” ke depannya pun jumlahnya sangat lumayan besar Pak.
Nyatanya sudah begitu banyak orang yang datang menjabat sebagai Kejari ke tempat ini, namun pola yang terjadi selalu sama dan tidak pernah berubah: datang, abis hisap…, lalu pindah lagi. Polanya selalu berulang persis: terima laporan, gelar perkara, terlihat sibuk seolah bekerja, namun tiba-tiba berhenti di tengah jalan, lalu pimpinan diganti dan semuanya kembali nol tanpa ada yang diadili maupun dipertanggungjawabkan.
Kini Adim melontarkan pertanyaan sekaligus peringatan terbuka yang tegas:
“JIKA BAPAK BERNIAT MENERUSI LANGKAH LAMA TERSEBUT, MEMBIARKAN SEMUA KASUS MENGGANTUNG TANPA TUNTAS, MAKA ARTINYA KITA SAMA-SAMA SEDANG MERUSAK DAN MENGHANCURKAN NEGARA INI. SILAKAN NYATAKAN SAJA SECARA TERBUKA JIKA BAPAK SETUJU DENGAN POLA TERSEBUT, MAKA KAMI SELAKU LEMBAGA PENGAWAS SOSIAL PUN AKAN IKUT MENYATAKAN PERSETUJUAN KAMI,MARI SAMA-SAMA HANCUR NEGERI INI.
“Atau mungkin Bapak datang justru untuk membentengi dan melindungi mereka yang selama ini merugikan rakyat? Ataukah kali ini benar-benar berbeda dari yang sebelumnya, Bapak datang untuk memutus rantai kehinaan itu, membedah sampai ke akar-akarnya, dan menegakkan keadilan yang selama ini kami nanti-nantikan?” tantang Adim dengan nada menanti jawaban nyata.
Pihaknya menegaskan bahwa BAPEKA-NTB bersama seluruh elemen masyarakat tidak akan tinggal diam. Kami akan terus mengawasi setiap langkah, setiap perkembangan berkas, dan setiap keputusan yang Bapak ambil sampai detik terakhir Bapak bertugas di tempat ini.
Bima Ngaha Aina Ngoho
Bima Maja Labo Dahu
Red.




















