Bima,//Tintapos.com//- 20 Juni 2026-Duka mendalam masih menyelimuti warga Desa Tolouwi, Kecamatan Monta, setelah seorang bayi laki-laki yang baru berusia dua hari meninggal dunia dalam perawatan. Peristiwa ini memicu perhatian luas, hingga pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima akhirnya buka suara untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.
Melalui pernyataan resmi yang disampaikan oleh Direktur RSUD Bima, drg. H. Ihsan, MPH, rumah sakit menyampaikan rasa turut berduka yang tulus. “Kami merasakan betapa beratnya kehilangan buah hati yang baru saja hadir membawa harapan. Semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit ini,” ujarnya dengan nada penuh empati.
Menyikapi kabar yang beredar di masyarakat mengenai dugaan hambatan administrasi, pihak rumah sakit menegaskan bahwa bantuan medis tidak pernah terhenti. “Sejak bayi tiba di RSUD Bima, tim dokter, perawat, dan tenaga kesehatan lainnya langsung bergerak cepat memberikan pertolongan. Pelayanan diberikan secara terus-menerus dan mengikuti standar profesi serta aturan yang berlaku,” jelasnya.
Namun, drg. H. Ihsan menyampaikan kenyataan yang tak bisa dipungkiri: kondisi bayi sudah sangat lemah sejak awal kedatangan. “Bayi ini datang dalam keadaan sangat kritis, disertai gangguan kesehatan yang cukup rumit. Tingkat risikonya sudah sangat tinggi, dan hasil pengobatan sangat bergantung pada kondisi dasar tubuhnya. Meskipun kami sudah mengerahkan segala upaya terbaik, nyawa tak bisa dipaksakan melawan keadaan yang sudah sangat parah,” ungkapnya dengan nada yang memahami kesedihan keluarga.
Pihak RSUD Bima menegaskan tetap menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan keselamatan pasien. “Kami memahami rasa kecewa dan pertanyaan yang muncul dari hati keluarga. Oleh karena itu, kami mengajak semua pihak untuk melihat informasi secara utuh, tidak terburu-buru mengambil kesimpulan, dan tetap menjaga rasa hormat di tengah masa berkabung ini.”
Pihak rumah sakit juga menyatakan siap menerima masukan demi memperbaiki kualitas layanan di masa mendatang. “Mari kita saling mengingatkan dan mendukung, agar layanan kesehatan di daerah ini bisa terus menjadi tempat yang memberi harapan bagi siapa saja yang membutuhkan,” tutupnya.
Red.





















