RIOKASYTERWANDRA, S.Sos, MM Kasatpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Kuantan Singingi

Ternyata Ini Pola Pangkalan Gas LPG, Sehingga Menimbulkan Kelangkaan Terdeteksi, Pangkalan di Lelamase Diduga Berikan Sebagian Besar Alokasi ke Keluarganya

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 02:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kota Bima–//Tintapos.com//Selasa, 23Juni 2026- Kelangkaan gas elpiji bersubsidi yang dikeluhkan warga di Kota Bima belakangan ini ternyata bukan disebabkan oleh terhentinya pasokan dari pusat. Berdasarkan laporan dan pengamatan di lapangan, terungkap adanya pola penyaluran yang diduga sengaja diatur sedemikian rupa sehingga menimbulkan kelangkaan buatan.

Praktik tersebut diduga dilakukan oleh dua orang pengelola sekaligus pemilik pangkalan penyalur yang beroperasi di wilayah Kelurahan Lelamase, yang teridentifikasi berinisial Bapak SKD dan Ibu FRN. Dari keterangan sejumlah warga, keduanya diduga memprioritaskan sebagian besar alokasi gas yang diterima untuk diberikan kepada keluarga dekat dan kerabatnya sendiri.

Dalam satu kali penyaluran, satu kepala keluarga yang memiliki hubungan kekerabatan dengan pengelola diduga bisa menerima jatah sebanyak 3 hingga 4 tabung sekaligus. Akibatnya, stok yang seharusnya dibagikan secara merata habis dikuasai segelintir orang, sementara warga lain yang juga berhak dan sudah mengantre sejak pagi hari pulang dengan tangan hampa.

Kondisi ini diduga memicu terjadinya penimbunan stok. Setelah dikumpulkan dalam jumlah cukup banyak, gas tersebut diduga dijual kembali ke masyarakat luas dengan harga yang melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Warga menyebutkan selisih harga yang dipatok berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per tabung di atas harga resmi.

Baca Juga:  Dituding PT Citra Riau Sarana, PT Wanasari Nyatakan Seluruh Aktivitas Berada Dalam HGU Resmi

Merespons laporan tersebut,Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah NTB (BAPEKA-NTB) menyatakan tidak akan tinggal diam. lembaga ini berkomitmen menindaklanjuti aduan warga secara serius, objektif, dan transparan.

“Kami d Lembaga Pemantau Kebijakan Daerah NTB akan melakukan investigasi lebih mendalam langsung ke lokasi pangkalan yang bersangkutan untuk memastikan kebenaran informasi ini. Kami akan memeriksa catatan penyaluran, jumlah stok, dan mekanisme pendistribusian yang diterapkan,” tegas Ketua Umum lembaga tersebut.

Mereka menegaskan bahwa subsidi negara adalah hak seluruh rakyat dan tidak boleh dikuasai atau diperjualbelikan secara tidak wajar demi keuntungan pribadi. Jika hasil pengecekan nantinya membuktikan adanya pelanggaran, kedua lembaga akan mendorong aparat berwenang untuk menjatuhkan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga berharap langkah ini dapat mengungkap fakta yang sesungguhnya dan mengembalikan keadilan, agar ke depannya gas elpiji bersubsidi benar-benar tersedia, terjangkau, dan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan.

Sampai berita ini dimuat, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola pangkalan maupun instansi pembina terkait dugaan pelanggaran tersebut.

Red.

Berita Terkait

BUKAN SATU KORBAN SAJA! Rentenir Tofan Ternyata Teror Banyak Keluarga — Ibu Esti Juga Dihina Kata Kasar & Diancam, Siap Laporkan Tofan Ke Polisi.
DI HARI YANG SAMA, DUA LAPORAN GEMPARKAN POLRES BIMA KOTA — Istri Korban Laporkan Pemerasan & Pengancaman, DPP BAPEKA-NTB Bongkar Rentenir Ilegal Seorang Guru  
RUSTAM, SH. (PENASEHAT HUKUM BAPEKA-NTB): PRAKTIK PEMERASAN RENTENIR OLEH SEORANG ABDI NEGARA DI KOTA BIMA — MENCORONG NAMA BAIK INSTITUSI PENDIDIKAN
BAPEKA-NTB AKAN LAPORKAN “TFN” (LAMPE) KE POLRES BIMA KOTA — RENTENIR YANG MANFAATKAN MEDIA SOSIAL UNTUK MEMERAS DAN MEMPERMALUKAN WARGA
Aktivitas PETI di Sijunjung Tak Terbendung, Adanya Dugaan Oknum Polisi Jadi Pemodal
Masyarakat Koto Baru Menanti Keadilan, Pemkab Kuansing Gelar Rapat Penyelesaian Persoalan dengan PT RAPP
RIBUAN MASYARAKAT DAN LEMBAGA ADAT KOTO BARU TANAM BIBIT SAWIT DI LAHAN ULAYAT YANG DIKUASAI PT RAPP
WARGA LAPORKAN DUGAAN PENCEMARAN SUNGAI AMUT OLEH LIMBAH CAIR PKS PT MAS DI TANJUNG PAUH
Berita ini 60 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:22

KETUA UMUM GARDA MUDA REVOLUSIONER SIAP TINDAK LANJUTI TEMUAN DUGAAN PELANGGARAN LINGKUNGAN, SOMASI PT PELITA INSAN TIMUR

Selasa, 25 Agustus 2026 - 10:57

Dukung Fakta Media Tinta Pos, LSM NTB Akan Usut Tuntas & Laporkan Jaringan TPPO Vina ke Mabes Polri

Senin, 24 Agustus 2026 - 13:36

KSATRIA MUDA MERAH PUTIH KOTA BIMA AKBAR INVALIDE BANGUN GERAKAN BERSAMA KELUARGA KORBAN — DESAK CV. GARUDA BERTANGGUNG JAWAB ATAS BURUH HARIAN CACAT PERMANEN

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:04

Akbar Invalide Kritik Keras Kinerja Kejari Bima, Soal Sera Suba Dinilai Jalan di Tempat.

Jumat, 21 Agustus 2026 - 00:57

KABAG PBJ KOTA BIMA IRWANSYAH, MAP BUKA SUARA TEGAS: SAYA TIDAK BERWENANG MENGUBAH DPA MAUPUN PANGKAS ANGGARAN — PROYEK RSUD PROSES PENGADAAN CACAT KARENA RUP TIDAK SESUAI DPA

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:47

BAPEKA-NTB HADIR DI RDP DPRD KOTA BIMA, SELURUH ANGGOTA KOMISI I HADIR — JANJI EVALUASI & SIAP KELUARKAN REKOMENDASI PENGHENTIAN SEMENTARA, DESAK DPRD LAPORKAN TINDAK PIDANA PERUSAKAN ASET DAN PELANGGARAN ATURAN CSR

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13

BARA NTB GELAR AKSI SOROTI BOBROKNYA MANAJEMEN PT PLN NUSA DAYA NTB, DESAK PEMBERHENTIAN DIREKTUR HINGGA EVALUASI TOTAL SISTEM KERJA

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 05:26

Aliansi Cyber Pers Aktivis Indonesia Soroti Dugaan Penyelewengan Bantuan Bencana: Transparansi dan Integritas Harus Dikawal

Berita Terbaru