JAKARTA-//Tintapos.com//– Anggota Komisi VIII DPR RI sekaligus Kapoksi Banggar, Hj. Mahdalena, S.S., M.M., menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat adalah bukti nyata kehadiran negara dalam membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem dan miskin. Program ini hadir sebagai harapan baru agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi keluarga.
Pernyataan ini disampaikan Hj. Mahdalena merespons pentingnya penanganan kesenjangan akses pendidikan, merujuk pada data per 8 Juli 2026 yang menunjukkan masih banyak anak yang membutuhkan perhatian khusus.
“Masih tercatat sebanyak 12.313 siswa yang putus sekolah dan 2.330 anak yang belum pernah bersekolah. Selain itu, terdapat ribuan anak yang hidup dalam kondisi rentan: 605 yatim piatu, 4.254 yatim, 1.586 piatu, serta 4.286 anak yang orang tuanya berpisah atau cerai. Karena itu, Sekolah Rakyat menjadi solusi penting untuk memastikan tidak ada satu pun anak Indonesia yang tertinggal dalam memperoleh hak atas pendidikan,” jelasnya.
Menurut Hj. Mahdalena, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar di ruang kelas, melainkan kunci untuk memutus rantai kemiskinan dan membangun kehidupan yang lebih baik. Melalui dukungan pemerintah, Kementerian Sosial, serta sinergi berbagai pemangku kepentingan, Sekolah Rakyat diharapkan mampu mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan mandiri.
“Kita ingin menghadirkan harapan bagi anak-anak ini, sehingga mereka bisa berkembang dan meraih cita-cita. Pada akhirnya, langkah ini adalah pondasi untuk membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan berdaya bagi seluruh rakyat,” tegasnya.
Red.





















